Departemen Administrasi Publik dan S2 Kebijakan Publik FISIP UNAIR Edukasi Warga Simomulyo Baru Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Tiga Ancaman Bencana

Lentera Post – SURABAYA, 1 Juli 2026 – Departemen Administrasi Publik bersama Program Studi Magister (S2) Kebijakan Publik FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat melalui edukasi mitigasi tiga ancaman bencana bagi warga Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juni 2026, dengan melibatkan sembilan mahasiswa S2 Kebijakan Publik yang didampingi para dosen sebagai pembimbing.

Program pengabdian ini mengusung pendekatan komprehensif dengan membahas tiga jenis ancaman bencana sekaligus, yakni bencana alam, kebakaran, dan bencana sosial. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Zainal Muttaqin, selaku _master of ceremony_ sekaligus moderator, sementara materi disampaikan oleh para dosen Departemen Administrasi Publik FISIP UNAIR.

Ketua Program Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si., menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola kebencanaan yang efektif. Menurutnya, masyarakat merupakan garda terdepan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

“Mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Yang paling menentukan justru kesiapsiagaan masyarakat. Karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pengetahuan yang mudah dipahami sekaligus dapat langsung diterapkan oleh warga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Falih.

Ia menambahkan, edukasi kebencanaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar terbentuk budaya sadar risiko di tengah masyarakat.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu mengenali potensi risikonya sejak dini sehingga kerugian maupun korban dapat diminimalkan.”

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Falih turut menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mitigasi kebakaran, sementara Dr. Adam Amin Bahar, S.IP., M.KP. membahas kebijakan dan mitigasi bencana alam berupa banjir dan gempa bumi. Adapun Putu Aditya Ferdian Ariawantara, S.IP., M.KP. menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mitigasi bencana sosial. Setiap sesi diikuti sekitar 20 warga Kelurahan Simomulyo Baru secara aktif melalui diskusi dan tanya jawab.

Ketua HIMA S2 Kebijakan Publik, Shavira Rahmadian Firdausi, S.A.P., menjelaskan bahwa Simomulyo Baru dipilih karena memiliki karakteristik kawasan perkotaan yang padat penduduk dengan berbagai potensi risiko bencana.

“Wilayah ini memiliki kerawanan banjir akibat sistem drainase yang belum sepenuhnya optimal, potensi kebakaran karena kepadatan permukiman, serta kemungkinan munculnya bencana sosial. Karena itu kami ingin memberikan edukasi yang lebih menyeluruh, tidak hanya fokus pada satu jenis ancaman bencana,” jelasnya.

Menurut Shavira, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu kebijakan publik secara langsung di tengah masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai program pengabdian semata, tetapi menjadi awal tumbuhnya budaya kesiapsiagaan masyarakat sehingga Simomulyo Baru dapat berkembang menjadi kawasan yang semakin tangguh terhadap berbagai risiko bencana.” tegasnya.

Bendahara HIMA S2 Kebijakan Publik, Ni Made Ayu Sukmadewi, S.AP., menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya bertugas sebagai panitia, tetapi juga menyusun materi edukasi yang disampaikan kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.

“Kontribusi yang kami berikan adalah menjadi jembatan edukasi antara kebijakan mitigasi bencana dengan praktik langsung di tingkat masyarakat. Kami menyusun sendiri materinya sehingga sekaligus menjadi media pembelajaran implementasi kebijakan publik yang kami pelajari di bangku kuliah,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengabdian Masyarakat, Amalia Yumna Ashari, S.AP., menjelaskan bahwa penyampaian materi dirancang menggunakan presentasi bergambar serta studi kasus bencana yang pernah terjadi di kawasan perkotaan agar lebih mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Meski menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu masyarakat untuk mengikuti kegiatan secara penuh, program tetap berjalan dengan baik berkat dukungan Kecamatan Sukomanunggal, Kelurahan Simomulyo Baru, Karang Taruna, serta BPBD Kota Surabaya.

Melalui kegiatan ini, Departemen Administrasi Publik dan Program Studi Magister Kebijakan Publik FISIP UNAIR berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam membangun budaya mitigasi bencana. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini menjadi investasi penting untuk mewujudkan masyarakat perkotaan yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Program pengabdian masyarakat ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities) dan Tujuan 17 (Partnerships for the Goals).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *