Lentera Post – JATIBANJAR, Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 04 UNIPDU yang bertugas di Desa Jatibanjar melaksanakan program kerja bidang lingkungan hidup sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Program tersebut dilaksanakan melalui sosialisasi bertema “Ayo Menjadi Pahlawan Lingkungan” di SDN Jatibanjar, Ploso, Jombang, pada Jumat, 24 Juli 2026, serta dilanjutkan dengan penyediaan tempat sampah terpilah sebagai bentuk keberlanjutan program.
Sosialisasi yang diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6 tersebut bertujuan memberikan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengenali jenis-jenis sampah, serta membiasakan diri membuang dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif agar materi dapat dipahami oleh siswa dari berbagai jenjang kelas.
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan senam bersama yang dipandu oleh mahasiswa KPM 04 UNIPDU. Para siswa terlihat antusias mengikuti gerakan senam sehingga menciptakan suasana pagi yang ceria dan penuh semangat di lingkungan sekolah.
Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan dan ice breaking yang dipandu oleh Arie dan Miranda selaku pembawa acara. Sesi tersebut dilakukan untuk membangun suasana yang lebih interaktif sekaligus meningkatkan antusiasme siswa sebelum memasuki materi utama.
Materi pertama bertajuk “Peduli Lingkungan Sejak Dini” disampaikan oleh Mada dan Ilham. Materi tersebut membahas pengertian lingkungan, pentingnya menjaga kebersihan, dampak lingkungan yang kotor, serta dampak membuang sampah sembarangan. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana dan diselingi kuis serta permainan edukatif berhadiah sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih aktif.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Asna dan Arvina mengenai pengenalan jenis sampah dan cara memilahnya. Siswa diperkenalkan dengan sampah organik dan anorganik beserta contohnya, cara melakukan pemilahan, fungsi tempat sampah berdasarkan jenisnya, serta kebiasaan membuang sampah yang benar.
Selain mendapatkan materi secara teori, siswa juga diajak melakukan praktik pemilahan sampah secara langsung. Mahasiswa KPM 04 UNIPDU bertugas sebagai penanggung jawab di masing-masing kelas untuk mendampingi siswa selama praktik. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan contoh sampah berupa sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun) untuk kemudian ditempatkan pada tempat sampah sesuai dengan jenisnya.

Melalui praktik tersebut, siswa diberikan pemahaman bahwa setiap jenis sampah perlu diperlakukan dan dikelola dengan cara yang berbeda. Pendampingan secara langsung juga diharapkan dapat membantu siswa mengingat dan menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian sosialisasi kemudian ditutup dengan pesan kepada para siswa untuk mulai membiasakan diri menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta memilah sampah berdasarkan jenisnya. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme siswa yang terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti materi, kuis, maupun praktik pemilahan sampah.
Sebagai bentuk keberlanjutan program kerja, mahasiswa KPM 04 UNIPDU juga membuat dan menyediakan empat set tempat sampah terpilah yang terdiri atas tempat sampah organik dan anorganik. Sementara itu, untuk sampah B3 tidak disediakan tempat sampah khusus mengingat penanganannya memerlukan perlakuan tersendiri di luar cakupan program ini. Tempat sampah tersebut dibuat secara mandiri dan dikerjakan oleh Wili, Mada, Salman, Abid, Yakin, dan Ilham, kemudian disediakan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Dari empat set yang dibuat, tiga set ditempatkan di SDN Jatibanjar, sedangkan satu set ditempatkan di Balai Desa Jatibanjar, sebagai bentuk tindak lanjut agar edukasi pemilahan sampah yang telah diberikan dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Melalui rangkaian edukasi, praktik, dan penyediaan fasilitas ini, mahasiswa KPM 04 UNIPDU berharap program kerja bidang lingkungan hidup dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat Desa Jatibanjar, sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan dapat dimulai dari langkah sederhana seperti membuang dan memilah sampah pada tempatnya.












