Mesin Vibrator Screen Tingkatkan Mutu Brown Sugar UMKM Kediri, Grading Lebih Cepat dan Seragam

Lentera Post – KEDIRI – Upaya meningkatkan daya saing produk gula merah tebu kristal atau brown sugar asal Kabupaten Kediri terus dilakukan melalui penerapan teknologi tepat guna. Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) mengimplementasikan Mesin Vibrator Screen atau Ayakan Getar pada UMKM PT Tiga Dewi Timur Raya untuk meningkatkan efisiensi proses grading sekaligus menghasilkan ukuran butiran brown sugar yang lebih seragam.

Penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian “Mekanisasi Produksi dan Perluasan Pasar Agroindustri Produk Unggulan Gula Merah sebagai Substitusi Bahan Baku Industri Makanan di Kabupaten Kediri Jawa Timur.” Program memasuki tahun ketiga pada 2026 dengan fokus pada penguatan mutu, higienitas, dan perluasan pasar produk gula merah tebu.

Ketua Tim pelaksana, Prof. Dr. Muhammad Alfian Mizar, M.P., menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang dihadapi UMKM dalam memproduksi brown sugar adalah proses pemisahan atau grading berdasarkan ukuran butiran. Sebelumnya, pemisahan antara gula berukuran halus dan kasar masih dilakukan secara manual atau menggunakan ayakan sederhana.

“Proses manual membutuhkan waktu relatif lama, kapasitas pengayakan terbatas, dan keseragaman ukuran butiran sulit dipertahankan. Padahal, ketika produk akan masuk ke pasar industri makanan, konsistensi ukuran butiran dan kebersihan produk menjadi bagian penting dari mutu brown sugar,” jelas Alfian.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tim Pelaksana mengimplementasikan Mesin Vibrator Screen bertingkat berkapasitas 250–300 kilogram/jam. Bagian mesin yang bersentuhan dengan produk menggunakan Stainless Steel SS 304 Food Grade, sehingga mendukung proses pengolahan pangan yang lebih higienis.

Grading Brown Sugar Lebih Cepat

Mesin Vibrator Screen bekerja dengan memanfaatkan getaran dari vibrating motor yang dikombinasikan dengan sistem ayakan bertingkat atau multi-deck screen. Brown sugar yang masuk ke mesin akan melewati saringan sehingga butiran dapat dipisahkan berdasarkan ukuran yang ditentukan.

Melalui mekanisme tersebut, produk dapat dikelompokkan menjadi fraksi halus yang sesuai dengan kualifikasi ukuran yang dibutuhkan serta fraksi kasar yang dapat diproses kembali. Mesin sekaligus membantu memisahkan material yang tidak diinginkan, seperti serat tebu halus dan sisa kerak pemasakan.

Hasil pengujian operasional menunjukkan manfaat yang signifikan. Penggunaan mesin Vibrator Screen mampu meningkatkan efisiensi waktu pengayakan hingga 65 persen dibandingkan metode ayakan manual, sementara tingkat homogenitas kehalusan produk mencapai 98 persen.

Peningkatan tersebut menjadi penting karena grading bukan sekadar proses memisahkan ukuran gula. Keseragaman ukuran butiran akan menghasilkan produk yang lebih konsisten sehingga memudahkan UMKM memenuhi spesifikasi produk yang dibutuhkan calon pengguna dari sektor industri makanan.

Dari Pengayakan Manual Menuju Mekanisasi

Sebelum penerapan mesin, proses pemisahan brown sugar halus dan kasar masih menghadapi keterbatasan kapasitas serta membutuhkan tenaga kerja dalam proses pengayakan. Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan ketika volume produksi meningkat.

Dengan kapasitas 250–300 kg/jam, Mesin Vibrator Screen memungkinkan proses grading dilakukan secara lebih cepat dan kontinu. Pekerja tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pengayakan manual sehingga beban kerja fisik dapat dikurangi dan tenaga kerja dapat dialihkan pada aktivitas produksi lain yang memberikan nilai tambah.

Selain peningkatan produktivitas, penggunaan material stainless steel food grade pada bagian yang kontak langsung dengan brown sugar juga mendukung aspek higienitas. Permukaan stainless steel lebih mudah dibersihkan sehingga proses pengayakan dapat dikelola dengan prosedur sanitasi yang lebih baik.

Menjaga Konsistensi Mutu untuk Pasar Industri

Keseragaman ukuran menjadi semakin penting ketika brown sugar diarahkan sebagai bahan baku industri makanan. Produk yang mempunyai ukuran butiran tidak seragam dapat menyulitkan pengguna industri dalam menjaga konsistensi proses produksi.

Karena itu, Vibrator Screen menjadi bagian penting dari sistem penjaminan mutu setelah proses produksi brown sugar. Teknologi ini membantu UMKM menghasilkan produk dengan ukuran butiran lebih homogen, lebih bersih, dan lebih konsisten antarproses produksi.

“Target kami bukan hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu UMKM menghasilkan brown sugar dengan mutu yang lebih konsisten. Dengan grading yang lebih baik, produk memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pasar industri,” ujar Alfian, dkk.

Penerapan mesin juga disertai dengan pelatihan kepada pengelola dan pekerja UMKM mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) pengoperasian, pengaturan kapasitas umpan, pembersihan kasa ayakan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta perawatan mesin secara berkala.

Pelatihan tersebut diperlukan agar teknologi tidak berhenti pada penyerahan peralatan, tetapi benar-benar dapat dioperasikan, dirawat, dan dimanfaatkan secara mandiri oleh mitra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *