Meta baru saja menambahkan fitur Pixel Instagram Stories. Fitur berbasis kecerdasan buatan ini membuat siapa saja bisa menyamarkan wajah atau benda tertentu di foto hanya dengan mengetikkan satu kalimat perintah, tanpa perlu menggambar area blur secara manual.
Mekanisme Kerja Fitur Pixel Instagram Stories
Cara edit foto biasa biasanya mengharuskan pengguna menggambar kotak, menggeser area blur, atau menempelkan stiker penutup secara manual. Fitur ini menawarkan pendekatan yang lebih singkat: pengguna cukup menuliskan deskripsi target, lalu AI langsung mengenali objek tersebut dan menerapkan efek piksel di atasnya.
Kegunaannya ternyata cukup luas. Selain untuk alasan privasi, banyak warganet memperkirakan fitur ini bakal jadi favorit untuk kebutuhan “soft launch” pasangan, karena pengguna tetap bisa mengunggah momen berdua tanpa langsung membongkar identitas pasangannya ke publik.
Cara Pakai Fitur Pixel Instagram Stories
Mencoba fitur ini sebenarnya tidak rumit. Ikuti tahapan berikut ketika menunya sudah muncul di akunmu:
- Buka mode Stories, lalu ambil atau pilih foto yang mau kamu bagikan.
- Cari ikon Effects, kemudian pilih opsi Pixel di dalamnya.
- Tuliskan instruksi yang menjelaskan bagian mana yang ingin kamu samarkan, contohnya “pixelate the person on the left”.
- Tinjau hasilnya. Kalau AI belum menafsirkan dengan tepat, cukup ubah kalimat instruksinya tanpa mengulang proses dari awal.
Soal update fitur AI semacam ini, kamu bisa cek lebih lanjut lewat blog resmi Instagram untuk melihat jadwal rilis dan fitur lain yang sedang mereka kembangkan.
Belum Merata, Masih Tahap Uji Terbatas
Instagram belum membuka akses fitur Pixel Instagram Stories secara serentak untuk seluruh pengguna. Peluncurannya berjalan bertahap, sehingga sebagian akun mungkin belum menemukan menu ini meski aplikasinya sudah versi terbaru. Meta biasanya memang menguji fitur baru ke sebagian pengguna dulu sebelum menyebarkannya ke seluruh basis pengguna secara global.
Kehadiran fitur ini menegaskan arah pengembangan Instagram yang kian serius menanamkan kecerdasan buatan ke perangkat edit bawaannya. Bagi pengguna yang peduli soal batas privasi di ruang digital, ada baiknya langsung mencoba fitur ini begitu menunya muncul di akun masing-masing.












