Spyware lewat Iklan Online Bisa Masuk Tanpa Diklik

Ilustrasi spyware lewat iklan online di layar alat teknologi
ideogram ai

Lentera Post – Spyware lewat iklan online kini menjadi ancaman nyata bagi pengguna internet. Peneliti keamanan siber menemukan bahwa iklan digital bisa menginfeksi perangkat tanpa pengguna perlu mengeklik apa pun. Akibatnya, siapa saja yang membuka aplikasi atau situs berisi iklan tersebut berpotensi kena risiko.

Temuan Citizen Lab soal Spyware lewat Iklan Online

Citizen Lab, lembaga riset digital Universitas Toronto, mengungkap temuan ini. Mereka menamai teknik tersebut AdFection, gabungan kata ad dan infection. Dengan teknik itu, perangkat langsung kena infeksi begitu iklan berbahaya muncul di layar.

Laporan Citizen Lab terbit pada Kamis (15/10/2026). Di dalamnya, mereka mengaitkan serangan ini dengan agensi iklan asal Israel bernama Discover-Tech. Selain itu, Citizen Lab menduga pelaku yang mereka beri nama DARK CARTOGRAPHER sudah beraksi sejak 2019. Tujuan pelaku adalah mengidentifikasi pengguna dalam jumlah besar.

Cara Kerja Serangan Tanpa Klik

Iklan digital tidak hanya memuat gambar atau video. Sebaliknya, iklan juga membawa kode yang berjalan di dalam aplikasi atau browser. Pelaku memanfaatkan celah ini untuk menyelipkan kode yang mengeksploitasi browser. Setelah itu, kode tersebut memasang spyware di perangkat korban.

Spyware adalah perangkat lunak yang memantau aktivitas pengguna secara senyap. Selain memantau, spyware juga mencuri data pribadi dan mengirimkannya ke pihak lain tanpa izin. Menurut Citizen Lab, iklan Discover-Tech membawa spyware Candiru, yang berkaitan dengan operasi pengintaian pemerintah Israel.

Lebih lanjut, platform Controlium milik Discover-Tech mampu membaca identitas perangkat dan alamat IP. Dengan data itu, pelaku hanya mengirim infeksi ke perangkat yang cocok dengan daftar target intelijen. Karena itu, perangkat lain tidak menerima spyware.

Jangkauan Iklan Mencapai Ratusan Ribu Platform

Jangkauan iklan ini sangat luas. Citizen Lab mencatat iklan Discover-Tech muncul di lebih dari 75 ribu aplikasi Android dan iOS. Selain itu, iklan tersebut tampil di lebih dari 120 ribu situs web. Contohnya, Yahoo Mail, Opera Mini, Duolingo, dan Ludo Star menayangkan iklan itu. Situs media besar seperti BBC, New York Times, dan IMDb juga menayangkannya.

Meski begitu, kemunculan iklan di platform populer tidak berarti semua penggunanya kena infeksi. Sejauh ini, laporan Citizen Lab hanya mengonfirmasi satu korban, yaitu staf dan jaringan internal Al Jazeera asal Qatar.

Seruan Reformasi Periklanan Digital

Kasus ini menyoroti lemahnya uji keamanan di industri periklanan digital. Oleh karena itu, Citizen Lab mendesak pembenahan segera demi kepentingan publik. Mereka juga menilai regulasi yang lebih ketat perlu hadir untuk melindungi pengguna. Pembaca bisa membuka laporan lengkapnya di situs resmi Citizen Lab. (Baca juga: [tautan ke artikel lain tentang keamanan siber di situsmu])

Cara Mengurangi Risiko Spyware lewat Iklan Online

Citizen Lab menyarankan empat langkah perlindungan. Pertama, pasang ekstensi pemblokir iklan yang andal di browser. Kedua, gunakan browser yang mengutamakan privasi. Ketiga, reset ID iklan di perangkat secara berkala. Terakhir, aktifkan fitur opt-out pelacakan iklan pada aplikasi.

Namun, langkah-langkah ini tidak menjamin perlindungan penuh. Meski demikian, pengguna tetap bisa memperkecil risiko dengan menerapkannya. Dengan begitu, ancaman spyware lewat iklan online bisa jauh lebih kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *