LenteraPost-SRUNGGO, BANTUL – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) International Professional Education (IPE) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang seluruh anggotanya berasal dari mahasiswa kesehatan sukses menggelar kegiatan senam hipertensi dan pelatihan pembuatan eco enzyme di Dusun Srunggo 2. Meski diguyur hujan, antusiasme warga tidak surut. Sebanyak 24 peserta mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir pada Minggu, 01 Februari 2026, bertempat di balai dusun setempat.
Kegiatan ini dipimpin oleh Rendy Aldian Permadi selaku ketua pelaksana. Ia menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari hasil pengamatan langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
“Kami menemukan cukup banyak warga yang mengalami hipertensi di lapangan. Dari situ kami mencari program yang mudah, murah, dan bisa segera dilaksanakan, sehingga benar-benar berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Rendy.
Selain fokus pada kesehatan, tim KKN IPE 024 UMY juga menghadirkan program edukasi lingkungan melalui pelatihan pembuatan eco enzyme. Rendy menyampaikan bahwa program ini mendapat respons yang sangat positif dari warga dan karang taruna.
“Mereka sangat setuju karena tingkat pemahaman tentang pengelolaan sampah organik masih rendah. Sebagian sudah pernah mendapat informasi, tetapi belum teraplikasikan. Karena itu antusiasme mereka sangat tinggi,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan kerja bakti membersihkan ruangan. Karena kondisi hujan, seluruh agenda yang semula direncanakan di luar ruangan dipindahkan ke dalam gedung. Senam hipertensi dan aerobik menjadi pembuka kegiatan, yang dipandu langsung oleh mahasiswa keperawatan, Hanun dan Alikha.
Setelah sesi senam, peserta beristirahat sambil menikmati konsumsi sebagai pendinginan sekaligus menunggu sesi pelatihan eco enzyme dimulai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Lembaga Lingkungan Hidup PD IPM Kabupaten Bantul. Program kerja dari mahasiswa Program Studi Farmasi bidang bioteknologi, Salwa dan Hani, ini melibatkan langsung lembaga profesional untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif kepada masyarakat.
Peserta selanjutnya dibagi ke dalam delapan kelompok campuran yang terdiri dari ibu-ibu kader dan remaja karang taruna. Praktik pembuatan eco enzyme dilakukan secara langsung dengan metode tanya jawab interaktif, sehingga suasana kegiatan berlangsung hidup dan partisipatif. Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta.
Meski menargetkan 60 peserta, kehadiran 24 warga justru menunjukkan kualitas partisipasi yang tinggi.
“Kendala yang kami hadapi memang cuaca hujan, tetapi warga tetap aman dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dari awal sampai akhir,” ujar Rendy.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh Rendy melihat kolaborasi yang tercipta antara warga, karang taruna, dan lembaga lingkungan hidup.
“Rasanya bahagia sekali karena kami tidak hanya berhasil melibatkan warga dalam menghadirkan inovasi pengelolaan sampah—yang di Srunggo masih bersifat mandiri tanpa sistem penjemputan—tetapi juga melihat karang taruna dan ibu-ibu kader berinteraksi dalam kelompok campuran. Kekeluargaan yang tercipta hari itu sangat terasa dan membuat saya terharu,” ungkapnya.
Dari sisi akademik, Dr. drg. Sartika Puspita, M.D.Sc, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN IPE-024 UMY, mengapresiasi program yang dijalankan mahasiswa.
“Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN IPE-024 ini menunjukkan integrasi yang baik antara keilmuan kesehatan dan kebutuhan riil masyarakat. Program senam hipertensi dan eco enzyme tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan. Ini menjadi bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat baik bagi mahasiswa sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Sekar Indah, perwakilan ibu kader Dusun Srunggo 2.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, kegiatan selama beberapa minggu ini dapat berjalan dengan lancar. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada KKN IPE 024 UMY yang telah melaksanakan berbagai kegiatan terkait kesehatan. Kami merasa sangat terbantu dengan program-program yang diberikan,” tuturnya. Ia berharap silaturahmi tetap terjalin meskipun masa KKN telah berakhir.
Perwakilan karang taruna turut menyampaikan kesan positif.
“Selama mengikuti kegiatan ini, saya mendapatkan kesan yang sangat baik. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan bermakna. Saya merasa senang, bersyukur, dan bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan agar dampaknya semakin luas.
Sementara itu, Laila Nurikhma Ramadhani, Direktur Lembaga Lingkungan Hidup PD IPM Kabupaten Bantul, menilai pelatihan eco enzyme memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Sampah organik rumah tangga jumlahnya sangat besar. Melalui kegiatan ini, warga jadi tahu bagaimana mengelola sampah dengan benar. Daripada dibuang atau dibakar, lebih baik diolah menjadi eco enzyme yang bermanfaat sebagai pupuk dan keperluan lainnya,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi keaktifan peserta dan kerja sama tim KKN selama kegiatan berlangsung.
Apresiasi mendalam juga datang dari Khoirul Ahmad, Kepala Dukuh Padukuhan Srunggo 2.
“Kehadiran mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memberikan banyak manfaat bagi warga kami, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Antusiasme dan semangat mahasiswa sangat terasa,” ungkapnya. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin bahkan setelah masa KKN berakhir.
Menutup kegiatan, Rendy menyampaikan harapan keberlanjutan program.
“Meskipun kami didominasi oleh mahasiswa program studi kesehatan, kami berharap langkah kecil yang kami bawa dapat menggerakkan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, menyenangkan, dan berkelanjutan. Tidak hanya berdampak secara finansial, tetapi juga menyokong kondisi psikososial warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani,” pungkasnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, lembaga profesional, dan partisipasi aktif masyarakat mampu menciptakan program yang bermakna dan berkelanjutan. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat, justru mempererat kebersamaan dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.












