LenteraPost- Permasalahan sampah plastik yang terus meningkat di kawasan Widoro Gading Residence, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, kini mulai menemukan titik terang. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, limbah plastik yang sebelumnya menjadi beban lingkungan kini disulap menjadi produk kreatif bernilai ekonomi berupa gantungan kunci.
Kegiatan ini digagas oleh tim mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), yaitu Dhian Shafira Adna (2405120022), Umping Andina Finish (2405120028), Afrina Salsabila (2405120042), Chelsea Sabilla Faza Setiawan (2405120043), dan Defia Aziza Ramadhani (2405120045), yang melihat bahwa meskipun warga telah memiliki sistem bank sampah yang cukup aktif, pengelolaannya masih terbatas pada pengumpulan dan penjualan bahan mentah. Kondisi tersebut membuat nilai ekonomi yang dihasilkan belum optimal. Padahal, limbah plastik seperti tutup botol memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk kreatif dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Program ini kemudian hadir dengan pendekatan pemberdayaan berbasis pelatihan keterampilan. Warga, khususnya ibu-ibu di lingkungan Gang Firaga 2, diberikan edukasi sekaligus praktik langsung mengolah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci. Prosesnya dimulai dari pemilahan, pencucian, hingga teknik pemanasan dan pencetakan agar menghasilkan produk yang menarik dan layak jual.
Ketua pelaksana kegiatan, Dhian Shafira Adna, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Kami ingin masyarakat tidak hanya membuang atau menjual sampah plastik, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif dari masyarakat. Mayoritas peserta menyatakan setuju hingga sangat setuju bahwa kegiatan ini memberikan keterampilan baru, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta membuka peluang usaha mandiri. Bahkan, sebagian besar peserta menyatakan siap merekomendasikan program ini kepada warga lainnya.
Namun demikian, masih terdapat sedikit catatan evaluasi, di mana satu peserta menyatakan ketidakpuasan. Hal ini menjadi bahan refleksi bagi tim untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pendampingan ke depannya agar lebih merata dan inklusif.
Program ini juga mendorong terbentuknya kelompok usaha kecil berbasis daur ulang limbah plastik. Dengan pendampingan berkelanjutan, diharapkan kegiatan ini tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan berkembang menjadi gerakan mandiri masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif melalui metode Participatory Action Research mampu menjadi solusi efektif dalam pemberdayaan masyarakat. Hal ini diperkuat oleh hasil angket yang menunjukkan tingkat penerimaan dan keberhasilan program yang sangat tinggi. Dari 6 responden, seluruhnya (100%) menyatakan aktif dalam kegiatan bank sampah. Pada aspek pemahaman dan keterampilan, mayoritas responden menyatakan “Setuju” hingga “Sangat Setuju” dalam memahami cara memilah limbah serta mampu membuat gantungan kunci secara mandiri, dengan persentase dominan mencapai sekitar 83% “Sangat Setuju”. Selain itu, 100% responden menilai kegiatan ini memberikan keterampilan baru yang bermanfaat dan meningkatkan kesadaran dalam mengurangi sampah plastik dari rumah tangga. Ketertarikan terhadap pengembangan usaha mandiri berbasis daur ulang juga menunjukkan angka tinggi, dengan mayoritas responden berada pada kategori “Sangat Setuju”. Sebanyak 83% responden bahkan menyatakan akan merekomendasikan kegiatan ini kepada orang lain dan merasa puas terhadap program yang dilaksanakan, meskipun terdapat 1 responden (17%) yang menyatakan ketidakpuasan sebagai bahan evaluasi ke depan. Dengan melibatkan warga secara langsung dalam setiap proses, program ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun kesadaran, keterampilan, serta kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Daftar Pustaka
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat melalui Bank Sampah (Jakarta: KLHK, 2020).
- E. Mulyatiningsih, Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2013).
- Badan Pusat Statistik, Statistik Lingkungan Hidup Indonesia (Jakarta: BPS, 2021).
- Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Industri Daur Ulang Plastik di Indonesia (Jakarta: Kemenperin, 2019).
- Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Pengembangan Usaha Kecil Berbasis Daur Ulang (Jakarta: Kemenkop UKM, 2020).












