Lentera Post – PASURUAN, 22 JANUARI 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri di Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/1).
Turut mendampingi peresmian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembangunan gedung baru UPT RSBL memiliki peran yang sangat vital. Pasalnya, lokasi gedung lama berada di kawasan rawan banjir sehingga kerap menghambat proses pelayanan dan penanganan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jawa Timur.
“Jadi UPT RSBL ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap ODGJ di wilayah bagian timur provinsi. Upaya nyata kita memanusiakan manusia. Insya Allah, kalau kita memuliakan yang ada di bumi, kita akan dimuliakan yang ada di langit,” ujarnya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan penerima manfaat di UPT RSBL. Menurutnya, dedikasi dan kontribusi para petugas dalam menangani ODGJ merupakan kerja luar biasa yang menuntut ketulusan dan kesabaran tinggi.
“Semua luar biasa. Semuanya tentu berinteraksi degan hati. Tapi saya ingin sampaikan kalau kerjanya luar biasa tanpa diikuti dengan keikhlasan, menurut saya merugi. Jadi, ayo. Yang setengah-setengah ikhlas, kuatkan keikhlasan,” tegasnya.
“Karena memang ikhlas tidak ikhlas, pekerjaan ini bukan pekerjaan yang ringan. Bukan sekedar merapikan atau mendisiplinkan, tapi bagaimana penerima manfaat menjadi sehat, dan terus sehat,” lanjut Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah menyempatkan diri untuk menyapa langsung para penerima manfaat di UPT RSBL Pasuruan. Ia juga meninjau asrama, ruang makan, lapangan, dan ruang-ruang tempat mereka diajarkan untuk berkarya.
Tak hanya itu saja, orang nomor satu di Jawa Timur ini juga menanam pohon mangga di UPT RSBL Pasuruan. Nantinya, pohon yang sama akan ditanam juga di UPT RSBL Kediri di kesempatan lain.
“Semua yang kita tandur, akan kita lihat lagi paling telat tahun depan. Banyak yang tidak melihat bagaimana cara saya melakukan _monitoring_. Karena apa yang kita tanam, menjadi tugas kita untuk merawat,” katanya.
“Jadi kedisiplinan kita untuk merawat pohon-pohon ini merupakan cerminan dari bagaimana cara kita merawat semua penerima manfaat di sini,” tutur Khofifah menambahkan.
Untuk diketahui, gedung baru UPT RSBL Pasuruan dibangun pada tahun 2024 dengan anggaran sebesar Rp30,8 miliar dan berdiri di atas lahan seluas 3 hektare. Fasilitas ini mampu menampung sebanyak 305 penerima manfaat, terdiri atas 216 laki-laki dan 89 perempuan, dengan rincian kategori berat sebanyak 141 orang dan kategori ringan 164 orang.
Sementara itu, pembangunan UPT RSBL Kediri dilaksanakan pada tahun 2025 dengan anggaran Rp22,27 miliar di atas lahan seluas 2,7 hektare. UPT RSBL Kediri melayani 300 penerima manfaat, terdiri dari kategori berat sebanyak 71 orang, kategori sedang 171 orang, dan kategori ringan 58 orang yang telah siap dipulangkan.












