Sebuah himpunan puisi yang menyentuh relung jiwa paling dalam, mengajak pembaca menyelami pergulatan batin antara sekadar menjalani hari dan benar-benar menghidupi setiap tarikan napas. Buku wajib ini bukan sekadar kumpulan kata-kata indah, melainkan cermin yang memantulkan pertanyaan terdalam kita tentang makna kehidupan.
Melalui rangkaian puisi seperti “Ada Tapi Tiada”, “Bernapas, Tapi Mati”, dan “Bayang Nestapa”, buku wajib ini menggambarkan dengan tajam paradoks kehidupan modern di mana seseorang bisa hadir secara fisik namun sirna secara spiritual. Namun, buku wajib ini tidak berhenti pada kesedihan, melainkan menggunakan kegelapan sebagai kanvas untuk melukiskan cahaya harapan.
Dalam bagian-bagian seperti “Bertahan dalam Sepi” dan “Ada, Tanpa Hampa”, buku wajib ini menghadirkan transformasi menuju pencerahan. Puisi-puisi seperti “Batas Kota” dan “Berjalan Tanpa Tujuan” menjadi metafora kuat tentang penerimaan bahwa makna hidup justru ditemukan dalam perjalanan, bukan hanya di tujuan.
Buku wajib ini mencapai puncaknya dalam puisi-puisi reflektif seperti “Antara Hidup dan Pasrah” yang mengajak introspeksi mendalam tentang pilihan hidup paling hakiki. Setiap bait dalam buku wajib ini merajut jawaban atas pertanyaan: apakah kita pasrah ditelan retakan kehidupan atau berdiri tegak di atasnya?
Secara keseluruhan, buku wajib ini adalah lebih dari sekadar kumpulan puisi. Ia adalah sahabat bagi jiwa yang kebingungan, pelukan bagi hati yang terluka, dan suluh cahaya di kegelapan. Buku wajib ini menyampaikan pesan mendalam bahwa kedamaian sejati datang dari kemampuan hati untuk bertahan, ikhlas, dan terus berjalan. Sebuah mahakarya yang wajib dimiliki setiap insan yang pernah mempertanyakan arti kehadirannya di dunia.
Segera dapatkan buku wajib ini sebelum kehabisan!
Info pemesanan: 0821-3723-5303 (Uswatun Hasanah)
Harga Promo: Rp 48.000 (hingga 10 Desember 2025)












