Lentera Post – Mojokerto, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) Ke-7 Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan edukasi masyarakat melalui program GEN HEBAT (Generasi Sehat dan Hebat). Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan komitmen UNAIR terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kegiatan edukasi kesehatan dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Program ini menyasar ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita, serta kader PKK Desa Tawar. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), isi piringku, dan tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini menghadirkan 2 narasumber, yakni Bidan Nurhayati, A.Md.Keb dan dr. Larasati J.A. Dawam. Dalam pemaparannya, dr. Larasati menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku tersebut menjadi pedoman penting bagi orang tua untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan sesuai tahapan usianya. “Pemantauan tumbuh kembang anak melalui Buku KIA sangat penting karena akan berpengaruh pada kualitas hidup anak di masa depan. Jika pertumbuhan anak terganggu, dikhawatirkan anak dapat tertinggal dari teman sebayanya, termasuk dari segi perkembangan kognitif atau IQ,” ungkapnya.
Sementara itu, Bidan Nurhayati, A.Md.Keb., selaku Koordinator Pustu Desa Tawar, menyampaikan materi mengenai pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit pada anak. Ia menjelaskan bahwa imunisasi dasar memiliki peran besar dalam membentuk sistem kekebalan tubuh bayi agar terhindar dari penyakit berbahaya. “Imunisasi pada usia dini sangat penting karena merupakan perlindungan awal bagi bayi. Ada beberapa jenis imunisasi yang harus diberikan sesuai jadwal agar tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan GEN HEBAT juga dilengkapi dengan praktik cuci tangan yang baik dan benar, sebagai bagian dari edukasi PHBS. Praktik ini bertujuan untuk membiasakan perilaku hidup bersih sejak dini yang dapat mencegah berbagai penyakit, khususnya pada bayi dan balita.
Menurut Bening Widhi Utomo, selaku penanggung jawab program mengungkapkan bahwa kegiatan GEN HEBAT sangat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDGs 2 (Zero Hunger) melalui edukasi Isi Piringku guna memastikan pemenuhan gizi seimbang, SDGs 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan pemahaman mengenai PHBS, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak, dan SDGs 4 (Quality Education) melalui edukasi kesehatan kepada ibu dan kader PKK sebagai bentuk pembelajaran dalam pengasuhan dan perawatan anak. “Kami berharap program yang menekankan pendekatan edukatif dan kolaboratif dengan masyarakat ini dapat memberikan dampak dan berkelanjutan”, pungkas Bening
#SDG3 #GoodHealthAndWellBeing #SDG2 #ZeroHunger #SDG4 #QualityEducation #SDGsUNAIR
Penulis : Bening Widhi Utomo












