Lentera post – Banyumas, upaya meningkatkan literasi perpajakan pelaku usaha desa terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar pendampingan perencanaan pajak sederhana bagi pelaku UKM di Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Saranatama (GST) tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan BUMDes UJUB Desa Srowot dan diikuti para pengelola BUMDes serta pelaku UKM desa. Selama sekitar dua setengah jam, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung terkait pengelolaan pajak usaha secara sederhana.
Program ini dilatarbelakangi kondisi nyata bahwa UKM desa merupakan tulang punggung ekonomi lokal, namun masih menghadapi keterbatasan literasi perpajakan dan minimnya pendampingan berkelanjutan. Banyak pelaku usaha belum memahami kewajiban pajak, jenis pajak, hingga cara menghitungnya, sehingga berpotensi menimbulkan inefisiensi usaha dan risiko sanksi administrasi.
Tim PKM yang terdiri dari Dr. Puji Lestari, SE, M.Si, Ak, CA, Prasetia Lazuardi K., Md. Owllyah, dan Winda Dwi Yanthi menekankan bahwa perencanaan pajak merupakan langkah legal yang membantu pelaku usaha menghindari kelebihan maupun kekurangan pembayaran pajak.
Dalam sesi pemaparan, peserta dikenalkan pada skema PPh Final UMKM sebesar 0,5 persen bagi usaha dengan omzet hingga Rp4,8 miliar per tahun. Pelaku UKM juga dibekali simulasi perhitungan pajak secara mandiri dengan rumus sederhana berbasis omzet bulanan, sehingga tidak lagi bergantung pada pihak luar untuk kebutuhan perpajakan dasar. Edukasi turut mencakup pengenalan pajak daerah serta PPN bagi usaha yang telah memenuhi kriteria tertentu.
Selain perpajakan, kegiatan ini menyoroti pentingnya pencatatan keuangan sederhana sebagai fondasi pengambilan keputusan usaha. Peserta dilatih menggunakan format pencatatan praktis yang mencakup tanggal, keterangan, pemasukan, dan pengeluaran, baik secara manual maupun melalui aplikasi sederhana.
Melalui kegiatan ini, BUMDes UJUB didorong berperan sebagai pusat layanan usaha desa yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menjadi pendamping pencatatan keuangan dan fasilitator pembayaran pajak bagi pelaku UKM.
Dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan praktik langsung, program ini diharapkan mampu mendorong UKM lebih tertib administrasi, efisien secara usaha, serta memperkuat kemandirian ekonomi Desa Srowot melalui kolaborasi akademisi, BUMDes, dan masyarakat.












