Lentera Post – Atas arahan Presiden Prabowo, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan ada kenaikan hingga akhir tahun 2026. Bendahara negara ini pun meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terlalu mengkhawatirkan gejolak harga energi dunia sebagai imbas perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Kita masih punya pertahanan berlapis, jadi teman-teman nggak usah takut, masyarakat nggak usah takut, kan saya masih memastikan uangnya ada,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa keputusan Pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi ini diambil agar tidak membebani masyarakat, sehingga momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Kebijakan tersebut adalah atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Keuangan telah mengantisipasi pergerakan harga minyak dunia. Menkeu meyakini bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga dan akan mampu meredam gejolak harga energi dunia.
“Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden. Saya sering lupa bilang itu. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja. Jadi kebijakan kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan, kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi,” ujar Purbaya.
Dalam proses pengambilan keputusan, lanjut Purbaya, Presiden sangat detail mempertimbangkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah secara rutin melakukan simulasi berbagai skenario harga minyak mentah untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran. “Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya gimana dampaknya? Oke Pak, saya hitung dulu. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga 80 gimana? Harga 90 begini, harga 100 begini. Yaudah. Yang lain mungkin nggak perlu tahu detail. Tapi itu tergantung dari bapak Presiden,” tambah Menkeu.
Meski kondisi global tidak menentu, Menkeu Purbaya meminta masyarakat untuk tidak panik. Ia memastikan kondisi fiskal dan pendapatan negara masih dalam posisi yang kuat untuk menopang kebijakan subsidi maupun penahanan harga BBM. Salah satu bantalannya adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun. “Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis saja. Jadi teman-teman nggak usah takut. Karena saya memastikan uangnya ada. Sebagian orang berpikir mungkin saya santai penampilannya ketawa-ketawa, tapi sebenarnya dihitung,” ujar Purbaya.












