Regenerasi Majelis Taklim Jadi Fokus Menag, BKMT Diminta Aktifkan Muslimah Muda

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menerima audiensi Pengurus Pusat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Jakarta, Kamis (26/2/2026). (Foto: Humas Kemenag)

Lentera Post  — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong penguatan kepengurusan dan kaderisasi di lingkungan majelis taklim agar tetap relevan dengan dinamika masyarakat. Ia berharap majelis taklim semakin diminati muslimah usia muda dan tidak lagi identik hanya dengan jamaah ibu-ibu senior.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menerima audiensi Pengurus Pusat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Menurut Menag, pertumbuhan majelis taklim di Indonesia menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Namun, ia mengingatkan perlunya pembaruan dalam sistem kaderisasi dan struktur kepengurusan agar gerakan majelis taklim tetap adaptif terhadap perubahan sosial.  “BKMT harus mengakomodasi semuanya. Kita ingin ada wajah mudanya ikut. Jangan berhenti pada image ‘emak-emak’. Karena BKMT ini milik umat,” ujar Menag.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga karakter BKMT sebagai organisasi umat yang inklusif dan independen, dengan menghadirkan program-program pembinaan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Ketua Umum BKMT Syifa Fauziah memaparkan bahwa pada usia organisasi yang memasuki 45 tahun, komposisi jamaah BKMT masih didominasi kelompok usia senior. Sekitar 85 persen anggota berusia 50 tahun ke atas, dengan latar belakang ibu rumah tangga, pensiunan, dan mereka yang sudah tidak bekerja.

Meski demikian, Syifa menyebut para anggota tetap aktif dan produktif dalam kegiatan pembinaan keagamaan serta sosial kemasyarakatan. Ia juga menyampaikan bahwa jaringan BKMT telah terbentuk hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga ranting, termasuk menjangkau wilayah pelosok.

Menurutnya, penguatan kaderisasi menjadi kebutuhan strategis agar organisasi dapat terus berkembang dan berkelanjutan. Di sejumlah daerah, keanggotaan mulai diikuti ibu-ibu muda, namun proporsinya masih terbatas dibandingkan kelompok usia senior.

Menag mengapresiasi kontribusi BKMT dalam memperkuat pembinaan umat melalui majelis taklim. Ia menilai perkembangan majelis taklim di berbagai daerah tidak terlepas dari peran BKMT yang menginspirasi lahirnya majelis taklim baru dan memperluas jangkauan pembinaan keagamaan.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana peringatan Milad ke-45 BKMT yang puncaknya dijadwalkan pada September 2026. Menag berharap momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas program pembinaan, serta memperkokoh sistem kaderisasi guna memastikan kesinambungan kepemimpinan di masa depan.

Sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *