Bukan Cuma Punya Wisata, Desa Duyung Trawas Kini Belajar Bikin Konten agar Potensinya Makin Dikenal

Potensi wisata dan UMKM Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mulai dikemas dengan cara kekinian. Warga dibekali keterampilan mengelola media sosial hingga membuat konten promosi yang menarik.

Lentera Post – MOJOKERTO – Punya potensi wisata, produk UMKM, hingga berbagai kegiatan masyarakat ternyata belum cukup jika belum dikenal banyak orang.

Karena itu, masyarakat Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kini dibekali kemampuan untuk “mengemas” potensi desa ke dalam konten media sosial yang menarik.

Melalui Pelatihan Pengelolaan Media Sosial dan Pembuatan Konten Promosi, warga diajak belajar bagaimana membuat foto dan video sederhana, menyusun ide konten, melakukan pengeditan, hingga menulis caption yang mampu menarik perhatian pengguna media sosial.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Wilayah (PW) Ubaya dengan tema “Pengembangan Wisata Titik Nol Trawas Berbasis Komunitas dan Kearifan Lokal”.

Dari Potensi Desa hingga Konten Media Sosial

Pelatihan dirancang tidak sekadar memberikan teori.

Peserta juga melakukan praktik langsung membuat konten promosi yang nantinya dapat digunakan untuk memperkenalkan berbagai potensi Desa Duyung.

Materi dimulai dari menentukan ide dan konsep, mengambil foto atau video, melakukan pengeditan sederhana, hingga menambahkan teks, caption, serta elemen visual agar konten terlihat lebih menarik.

Konten tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan wisata, produk UMKM, kegiatan masyarakat, maupun keunggulan lain yang dimiliki Desa Duyung.

Selanjutnya, konten dapat dibagikan melalui berbagai platform, mulai dari Instagram, TikTok, Facebook hingga YouTube.

Dengan cara tersebut, informasi mengenai potensi Desa Duyung diharapkan tidak hanya beredar di lingkungan sekitar, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Ketua Tim PW Ubaya: Warga Perlu Keterampilan Praktis

Ketua Tim Pemberdayaan Wilayah (PW) Ubaya di Desa Duyung, Ahmad Miftah Fajrin, M.Kom., mengatakan pelatihan pengelolaan media sosial dan pembuatan konten promosi memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Ahmad, peserta mendapatkan wawasan sekaligus keterampilan praktis untuk mengelola media sosial dan menghasilkan konten promosi yang kreatif, menarik, serta efektif dalam mendukung potensi desa.

“Pelatihan Pengelolaan Media Sosial dan Pembuatan Konten Promosi sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Duyung, Trawas, karena memberikan wawasan dan keterampilan praktis dalam mengelola media sosial serta membuat konten promosi yang kreatif, menarik, dan efektif untuk mendukung potensi desa,” kata Ahmad.

LPPM Ubaya Dorong Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan

Sementara itu, Utomo, Manajer Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Ubaya, menegaskan komitmen Universitas Surabaya untuk terus menjalankan program pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Utomo, program pengabdian masyarakat yang dilakukan Ubaya disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan wilayah yang menjadi lokasi pendampingan.

“Universitas Surabaya berkomitmen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan sesuai dengan potensi wilayah yang didampingi,” ujar Utomo.

Ia menjelaskan, dukungan Ubaya diberikan secara menyeluruh, mulai dari proses pemetaan lokasi, sosialisasi program, pelatihan, hingga pendampingan dalam penerapan teknologi dan inovasi.

“Dukungan Ubaya diberikan secara penuh, mulai dari kegiatan pemetaan lokasi, sosialisasi program, pelatihan, sampai pendampingan penerapan teknologi dan inovasi,” lanjutnya.

Utomo menambahkan, keberlanjutan menjadi salah satu hal yang penting dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Karena itu, Ubaya berupaya memastikan program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat terus diterapkan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Hal ini untuk memastikan bahwa program-program pengabdian Ubaya dapat berkelanjutan dan memberikan dampak kepada masyarakat,” katanya.

Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat Desa

Pelatihan ini diikuti berbagai unsur masyarakat Desa Duyung.

Pesertanya terdiri dari unsur pemerintah desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, BUMDes, pelaku UMKM, karang taruna, hingga pengelola wisata.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi desa secara bersama-sama.

Program PW Ubaya ini mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya.

Tim PW Ubaya terdiri dari Ahmad Miftah Fajrin, M.Kom. selaku ketua, Endah Asmawati, M.Si., Dr. Andhy Setyawan, serta Grace Sissela Marpaung, S.Par., M.Par. dari UPN Veteran Jawa Timur.

Dua mahasiswa Ubaya, yakni Agnesha Riby Tjoanda dan Michelle Alicia, juga terlibat sebagai anggota tim.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat Desa Duyung diharapkan semakin mampu memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk memperkenalkan potensi desa, sekaligus mendukung pengembangan Wisata Titik Nol Trawas berbasis komunitas dan kearifan lokal.

Tak berhenti pada pelatihan, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan Desa Duyung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *