Belum Setahun Garuda Spark Innovation Hub Sudah Jangkau 15.700 Talenta dan Tarik Investasi Rp429,5 Miliar

Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah serta Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana saat peluncuran Garuda Spark Innovation Spark serentak 10 kota di BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/8/20276). (Foto: Agus Siswanto/InfoPublik-IGID/KPM Kemkomdigi)

Tangerang, Lentera Post – Sepuluh bulan setelah pertama kali dikembangkan, program Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkembang dari tiga hub menjadi jaringan 10 hub dan 60 spoke.

Ekosistem ini telah menjalankan 178 program, menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, melibatkan 80 mitra industri, serta membina 80 rintisan (startup) digital baru.

Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah mengatakan perjalanan Garuda Spark dimulai dari kegelisahan pihaknya terhadap kesenjangan akses teknologi, terutama ketika adopsi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital terus berkembang.

Menurut Edwin, kesenjangan antara mereka yang memiliki privilese dan mereka yang tidak berpotensi semakin melebar seiring perkembangan teknologi. Karena itu, Garuda Spark dirancang untuk menjadikan teknologi sebagai jembatan yang membuka akses lebih merata terhadap pengetahuan, jaringan talenta, modal, dan pasar. “Garuda Spark hadir untuk menjadikan teknologi sebagai jembatan yang membuka akses lebih merata terhadap pengetahuan teknologi, jaringan talenta, modal, serta pasar,” ujar Edwin saat peluncuran Garuda Spark Innovation Hub serentak di 10 kota di BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/8/2026).

Sejak awal, Garuda Spark Innovation Hub dibangun dengan semangat berbagi pengetahuan, peluang, sumber daya, dan tanggung jawab. Empat pilar tersebut menjadi dasar agar inovasi tidak berhenti sebagai privilese segelintir orang atau hanya berkembang di kota-kota besar.

Dalam perjalanan 10 bulan tersebut, GSIH juga mencatat investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar, atau mencapai empat kali lipat dari target KPI yang ditetapkan Kemkomdigi.  “Investasi langsung ini memang bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan, namun angka tersebut menunjukkan adanya kepercayaan yang besar terhadap kualitas inovasi dan ekosistem yang kita bangun bersama,” kata Edwin.

Ia menegaskan, keberhasilan Garuda Spark tidak berhenti ketika sebuah program selesai atau sertifikat diberikan. Ekosistem tersebut diharapkan terus menghasilkan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan membantu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.  “Kepercayaan tidak dapat dipulihkan hanya melalui slogan atau seremoni. Kepercayaan harus dibangun secara konsisten melalui tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta bukti nyata bahwa inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Edwin Hidayat Abdullah.

Dari tiga hub awal di Bandung, Jakarta, dan Medan, Garuda Spark kini berkembang menjadi 10 hub dan 60 spoke. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemkomdigi memperluas akses talenta, kemitraan, inovasi, dan investasi digital ke lebih banyak wilayah Indonesia.

Karena itu, Edwin Hidayat menilai Garuda Spark merupakan salah satu upaya nyata untuk mengembalikan kepercayaan diri bangsa sekaligus membangun optimisme terhadap masa depan ekosistem digital Indonesia.

Pada peluncuran serentak GSIH di 10 kota di BSD, Tangerang, Dirjen Ekosistem Digital menyebut jaringan tersebut mencakup Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Malang, Makassar, Batam, Aceh, dan Jayapura, serta sejumlah lokasi lainnya yang menjadi bagian dari pengembangan jaringan Garuda Spark.

Menyokong hal itu, Kemkomdigi juga berkolaborasi dengan mitra strategis seperti Sinar Mas Land, Nongsa Digital Park, Innovation Factory, Pos Bloc, Malang Creative Center, Makassar Creative Hub, Genara Art, dan Indosat AI Experience Center. Kolaborasi tersebut melibatkan industri dan pemerintah daerah.

SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *