Jelang KTT D-8 Jakarta 2026, Indonesia Dorong Deeskalasi Konflik Iran–AS–Israel

Lambang keketuaan Indonesia di organisasi Developing Eight (D-8) periode 2026--2027. (Foto: Kemlu RI)

LenteraPost – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan,  Indonesia, selaku pemegang keketuaan organisasi Developing Eight (D-8), aktif mendorong deeskalasi dan menahan diri untuk mencegah meluasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 D-8 yang akan digelar di Jakarta pada April 2026 dipastikan masih berjalan sesuai rencana.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan, Indonesia senantiasa menjaga komunikasi dengan seluruh anggota D-8 terkait dinamika situasi global terkini.  “Sebagai Ketua D-8, RI juga terus menekankan pentingnya deeskalasi dan mendorong berbagai pihak untuk terus menahan diri,” kata Yvonne melalui keterangan resmi, Jumat (6/3/2026) .

Yvonne menyatakan, hingga saat ini persiapan menuju KTT D-8 Jakarta terus dimatangkan dan komunikasi dengan seluruh anggota organisasi tetap terjalin dengan baik.

Adapun, Yvonne memastikan, status keanggotaan Iran di D-8 sama sekali tidak terpengaruh oleh eskalasi yang terjadi dengan AS dan Israel. “Hingga saat ini, Indonesia tetap melakukan berbagai persiapan yang diperlukan dan terus berkomunikasi dengan seluruh anggota D-8,” ucapnya menegaskan .

Sementara itu, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi,  menyatakan harapannya agar D-8 dapat memberikan dukungan konkret. Ia menginginkan organisasi tersebut secara tegas mengutuk agresi yang dilakukan AS dan Israel.  “Berkaitan dengan D-8, kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara kami,” ujar Dubes Boroujerdi dalam konferensi pers di kediaman resminya di Jakarta, Senin (2/3/2026) .

Seruan deeskalasi  muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Kantor berita Tasnim, mengutip Iranian Foundation of Martyrs and Veterans Affairs, melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah mencapai 1.045 orang.

Bulan Sabit Merah Iran pada Selasa (3/3) menyebutkan angka korban jiwa sejumlah 787 orang, yang mencakup warga sipil dan personel militer. Pemerintah Iran juga mengonfirmasi gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan itu.

D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang di Asia, Timur Tengah, dan Afrika yang beranggotakan Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Azerbaijan baru saja bergabung sebagai anggota terbaru pada Desember 2024. Sebagai puncak rangkaian Keketuaan D-8 2026-2027, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT ke-12 D-8 di Jakarta pada April 2026. Rangkaian acara akan didahului oleh pertemuan tingkat pejabat tinggi serta pertemuan tingkat menteri luar negeri, dengan tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”. KTT D-8 kali ini akan menggelar sesi khusus terkait prospek kedaulatan Palestina dan resolusi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *