Lentera Post – SURABAYA, 28 MARET 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak penguatan kolaborasi antara Pemprov Jatim dan Perum Perhutani dalam menjaga keberlanjutan fungsi hutan, baik dari aspek ekologis, ekonomi, maupun sosial.
Hal tersebut disampaikan saat Gubernur Khofifah menerima audiensi Direktur Utama Perum Perhutani, Tio Handoko, beserta jajaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3) malam.
Dalam pertemuan, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kawasan hutan memiliki peran strategis sebagai penyangga kehidupan, termasuk dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mitigasi bencana, serta mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan kawasan hutan di Jawa Timur berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, sinergi dan kolaborasi harus terus diperkuat,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Khofifah mendorong optimalisasi penanaman pohon aren khususnya yang berada di sekitar permukiman dan area aktivitas masyarakat. Tanaman ini dinilai memiliki keunggulan dalam aspek mitigasi bencana, terutama dalam mengurangi risiko longsor.
“Pohon aren memiliki akar tunjang yang sangat kuat dan dapat mencapai hingga sekitar 35 meter. Ini sangat efektif untuk memperkuat struktur tanah, terutama di kawasan rawan longsor yang berdekatan dengan permukiman,” jelasnya.
Selain fungsi ekologis, Khofifah menambahkan bahwa pohon aren juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi, seperti pemanfaatan nira dan produk turunannya, sehingga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
“Ini menjadi solusi yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Khofifah juga mengajak Perhutani untuk bersinergi aktif dalam berbagai program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, salah satu kegiatannya yaitu festival mangrove.
“Festival mangrove ini kita rutin lakukan sebagai wujud sedekah oksigen sekaligus momentum meneguhkan komitmen pelestarian lingkungan yang rutin dilakukan Pemprov Jatim di berbagai daerah,” katanya.
“Lingkungan yang lestari adalah prasyarat menuju pembangunan hijau dan pencapaian target Net Zero Emission 2060 yang telah dicanangkan pemerintah pusat,” imbuhnya.
Menurutnya, keterlibatan Perhutani akan memperkuat upaya rehabilitasi dan konservasi lingkungan secara lebih masif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya dalam pengelolaan hutan yang adaptif dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam mengatasi berbagai tantangan pengelolaan hutan, termasuk tekanan terhadap kawasan hutan serta kebutuhan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.












