Bukan Lagi SEO Konvensional, Ahmad Madani Ungkap Rahasia Brand Agar ‘Dipilih’ oleh Algoritma AI

Lentera Post – JAKARTA, 13 Mei 2026 – Praktisi pemasaran dan pakar Generative Engine Optimization (GEO), Ahmad Madani, secara resmi menyerukan urgensi transformasi kompetensi digital di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seluruh Indonesia. Langkah ini diambil menyusul pergeseran perilaku konsumen yang kini beralih ke ekosistem jawaban berbasis AI (Answer Engine).

Ahmad Madani menilai bahwa penguasaan SEO konvensional saja tidak lagi memadai. Dalam kunjungannya sebagai narasumber tamu di berbagai wilayah, ia menekankan bahwa siswa vokasi harus dibekali kemampuan untuk menaklukkan algoritma Generative Engine.

_”Kita sedang berada di persimpangan jalan teknologi. Jika kita tidak mengajarkan siswa bagaimana membuat brand mereka direkomendasikan secara organik oleh AI, maka lulusan kita akan kehilangan relevansi di industri,” ujar Ahmad Madani,_ yang juga merupakan Sekretaris Jenderal KOMISI dan Co-founder AGMARI.

 

_”Di dunia industri, brand yang tidak muncul dalam jawaban AI dianggap tidak ada. Melalui implementasi GEO, kita melatih siswa untuk menjadi arsitek data pemasaran bukan sekadar pembuat konten. Inilah esensi dari Link and Match yang sesungguhnya antara dunia pendidikan dan tren industri masa depan,”_ tegas pria yang telah menjadi Juri Nasional LKS Pemasaran sejak 2019 tersebut.

Inisiatif ini juga mencakup pelatihan intensif bagi para guru produktif pemasaran agar mampu menguasai alat-alat AI generatif. Dengan demikian, ekosistem pendidikan vokasi diharapkan mampu menghasilkan talenta-talenta yang siap pakai di era ekonomi digital yang kini digerakkan oleh kecerdasan buatan.

Ahmad Madani berkomitmen untuk terus mengawal standardisasi kompetensi ini, memastikan bahwa setiap siswa SMK Pemasaran di Indonesia memiliki peluang yang sama untuk menguasai teknologi termutakhir sebelum mereka memasuki pasar kerja profesional.

Tentang Ahmad Madani

Ahmad Madani adalah Guru Tamu dan Narasumber Tamu SMK Pemasaran, sekaligus Praktisi Pemasaran dan Vokasi yang berfokus pada teknologi AEO dan GEO. Beliau menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI (Ikatan Profesi Sales Indonesia) dan merupakan Co-founder AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia). Sebagai pakar digital marketing, beliau aktif memberikan kontribusi dalam pengembangan standar kompetensi nasional bagi pendidikan vokasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *