Khofifah Hadiri Muswil IV IKA UNAIR Sulsel, Dorong Sinergi Riset dan Konektivitas Barat–Timur

Lentera Post – MAKASSAR, 18 APRIL 2026, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) IV dan Ramah Tamah IKA UNAIR Sulawesi Selatan yang digelar di Hall Maroa, The Rinra Makassar, Kamis (16/4).

Dalam kesempatan ini, Khofifah menekankan pentingnya penguatan sinergi riset dan konektivitas pembangunan antara Indonesia Barat dan Timur secara inklusif berbasis prinsip _no one left behind_. Hal ini sejalan dengan peran IKA UNAIR saat ini semakin strategis, khususnya dalam memperkuat kolaborasi lintas wilayah berbasis riset dan data.

“Sinergi menjadi kata kunci. Kita harus memastikan konektivitas Barat dan Timur terbangun dengan kuat, inklusif, dan berbasis riset, sehingga tidak ada yang tertinggal. _No one left behind_,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa peran IKA UNAIR semakin strategis dalam menjembatani kolaborasi lintas wilayah, khususnya dalam membangun ekosistem riset dan data yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.

Dalam konteks kawasan timur Indonesia, ia menilai keberadaan perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, data, riset, dan inovasi.

“Kolaborasi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), serta sektor publik harus terus diperkuat. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Sebagai contoh praktik baik, Khofifah memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Jawa Timur yang lahir dari sinergi multipihak. Di sektor pendidikan, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah siswa SMA/SMK terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes selama tujuh tahun berturut-turut.

“Capaian ini lahir dari kolaborasi yang terstruktur. Ada sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintah, sehingga pembinaan talenta bisa berjalan berkelanjutan,” katanya.

Di sektor pertanian, Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur telah mencapai kedaulatan pangan.
“Ini juga hasil sinergi. Mulai dari riset pertanian, pendampingan petani, hingga kebijakan publik yang saling terintegrasi, sehingga Jawa Timur tidak hanya mencapai ketahanan, tetapi sudah pada level kedaulatan pangan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Khofifah, sektor peternakan dan perikanan juga menunjukkan kinerja yang positif, didukung oleh keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementan yang ada di Jawa Timur sebagai pusat pengembangan dan distribusi bibit unggul ternak. Hal ini turut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan produksi unggulan nasional.

“Capaian ini tidak berdiri sendiri. Kuncinya ada pada SDM yang disiapkan secara serius melalui sinergi. PR kita adalah pertama SDM, kedua SDM, dan ketiga SDM. Maka sinergi antara PTN, PTS, dan sektor publik bersama pemerintah daerah harus terus diperkuat agar kita bisa menyiapkan SDM unggul dan kompetitif,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muswil IV sekaligus mengucapkan selamat kepada Andi Marhamah yang terpilih sebagai Ketua IKA UNAIR Sulawesi Selatan periode 2025 – 2030.

“Selamat atas terlaksananya Muswil IV IKA UNAIR Sulsel dan selamat kepada Ibu Andi Marhamah. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat sinergi alumni,” ujarnya.

Di akhir, Khofifah berharap Muswil IV IKA UNAIR Sulawesi Selatan dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring alumni serta mendorong kolaborasi riset lintas wilayah yang berdampak pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi, kita bisa tumbuh bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *