Lentera Post – Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, menunjukkan hasil positif dalam mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menuju kemandirian ekonomi.
Pemerintah memberikan apresiasi kepada keluarga penerima manfaat yang berhasil meningkatkan kondisi sosial ekonominya melalui kegiatan Apresiasi Graduasi KPM PKH Kapanewon Mlati Tahun 2026 bertajuk “Dari Bantuan Menuju Kemandirian”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kapanewon Mlati, Sleman, Selasa (22/9/2026). Program PKH di wilayah ini menjangkau lima kalurahan, yaitu Sendangadi, Sinduadi, Tlogoadi, Tirtoadi, dan Sumberadi.
Pendampingan PKH Bantu Keluarga Raih Kemandirian
Pendamping PKH tidak hanya menyalurkan bantuan sosial secara rutin. Selain itu, mereka juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan keluarga melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
Melalui program tersebut, keluarga penerima manfaat mendapatkan edukasi dan dukungan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang mereka miliki.
Salah satu contoh keberhasilan program PKH terlihat dari perjalanan Giyati, warga Kalurahan Sumberadi.
Giyati telah mengikuti program PKH sejak 2018. Ia mengaku bantuan tersebut membantu pembiayaan pendidikan anak-anaknya ketika kondisi ekonomi keluarga mengalami kesulitan.
Kini, salah satu putranya telah menyelesaikan pendidikan SMK dan mendapatkan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat perekonomian keluarganya semakin stabil.
Oleh karena itu, Giyati memilih mengakhiri kepesertaannya dalam program PKH. Baginya, proses graduasi bukan hanya berarti berhenti menerima bantuan, tetapi juga menjadi bukti bahwa keluarganya mampu mencapai kemandirian.
Ratusan KPM Mlati Berhasil Lulus Program PKH
Panewu Mlati Dyah Purwanti memberikan apresiasi kepada para KPM yang berani mengambil langkah menuju kehidupan yang lebih mandiri.
“Ini merupakan sebuah keberhasilan besar. Kami sangat mengapresiasi seluruh KPM yang telah graduasi di Kapanewon Mlati karena mampu menunjukkan komitmen untuk bangkit,” ungkapnya.
Pada tahun 2026, pemerintah meningkatkan target graduasi KPM dari sebelumnya 10 menjadi 24 KPM per pendamping setiap tahun.
Dari total 288 KPM binaan yang mendapatkan pendampingan dari 12 Pendamping Sosial, sebanyak 222 KPM berhasil menyelesaikan proses graduasi. Sementara itu, 184 KPM lainnya masih mengikuti tahapan pemberdayaan lanjutan.
Dengan peningkatan target tersebut, pendamping PKH terus memperkuat edukasi dan pendampingan agar semakin banyak keluarga mampu mencapai kemandirian ekonomi.
Pendamping PKH Perkuat Edukasi dan Pemberdayaan
Pendamping PKH Kalurahan Tlogoadi, Suryantoro, menyampaikan bahwa peningkatan target graduasi menjadi motivasi bagi tim pendamping di lapangan.
“Walaupun targetnya naik, kami tetap semangat dan berusaha lebih maksimal dalam memberikan edukasi serta pendampingan usaha,” tegasnya.
Selain mendampingi proses graduasi, pendamping PKH juga membantu keluarga penerima manfaat mengembangkan kemampuan usaha dan mengelola potensi ekonomi secara berkelanjutan.
Kegiatan apresiasi graduasi ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, jajaran Forkopimkap Mlati, serta para lurah setempat.
Melalui keberhasilan graduasi KPM PKH, Kapanewon Mlati menunjukkan bahwa program bantuan sosial dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Dengan demikian, program PKH tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu berdiri secara mandiri.












