Menaker Minta Kampus Prioritaskan Keterampilan daripada Gelar Semata

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-68 Universitas Janabadra Yogyakarta, Rabu (7/10/2026). (Foto: Dok Kemnaker)

Lentera Post – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mendorong perguruan tinggi mengubah orientasi pendidikan dari degree-first atau berpusat pada gelar menjadi skill-first yang menempatkan penguasaan keterampilan sebagai bekal utama memasuki dunia kerja.

Menurut Yassierli, perubahan tersebut semakin penting seiring transformasi dunia ketenagakerjaan yang berlangsung cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, transisi menuju ekonomi hijau, serta perubahan demografi.

Transformasi itu tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga melahirkan bidang usaha dan profesi baru dengan kebutuhan kompetensi yang semakin spesifik. Sektor digital dan kreatif, ekonomi berbasis AI, ekonomi hijau, serta ekonomi perawatan menjadi bagian dari bidang yang terus berkembang.  “Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada gelar akademis, melainkan pada penguasaan keterampilan,” ujar Yassierli saat memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-68 Universitas Janabadra Yogyakarta, Rabu (7/10/2026).

Yassierli mengatakan pemerintah terus mendorong penyelarasan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Kurikulum perguruan tinggi perlu memastikan proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga membentuk kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri.

Penyelarasan tersebut menjadi penting karena perubahan teknologi membuat kebutuhan tenaga kerja ikut bergerak. Lulusan tidak cukup hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi harus mampu menerapkan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan profesional. “Upaya tersebut tentunya harus diimbangi dengan pembenahan sistem pelindungan tenaga kerja secara menyeluruh,” tutur Yassierli.

Menurut dia, kesiapan kompetensi harus berjalan beriringan dengan kepastian dan pelindungan bagi pekerja maupun pemberi kerja. Dengan demikian, transformasi ketenagakerjaan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang adaptif, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja yang lebih tertata.

Menaker Yassierli menyebut pembenahan ekosistem ketenagakerjaan diwujudkan antara lain melalui pengesahan Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan yang baru. Regulasi tersebut mencakup penguatan sertifikasi profesi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), perbaikan norma rekrutmen, serta peningkatan pengawasan terhadap program pemagangan.

Penguatan sertifikasi menjadi penting untuk memastikan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja dapat dikenali dan diakui. Sementara itu, pembenahan rekrutmen dan pengawasan pemagangan diarahkan untuk membangun hubungan kerja yang lebih jelas serta memberikan kepastian bagi para pihak.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri sekaligus memberikan pelindungan kepada pekerja dan pemberi kerja.

Di lingkungan perguruan tinggi, Yassierli mengajak sivitas akademika Universitas Janabadra ikut menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan lingkungan profesional.

Ia menekankan bahwa penguasaan akademik tetap penting, tetapi perlu dilengkapi dengan keterampilan interpersonal atau soft skills. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, dan menyelesaikan persoalan menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. “Kemampuan akademik perlu dilengkapi keterampilan interpersonal (soft skills). Perpaduan keduanya akan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja,” katanya.

Perubahan orientasi dari degree-first menuju skill-first dengan demikian bukan berarti mengurangi pentingnya pendidikan akademik. Perguruan tinggi justru dituntut memperkuat hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan kebutuhan nyata dunia kerja agar lulusan lebih siap menghadapi perubahan profesi yang terus berkembang.

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *