Lentera Post – URABAYA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kapasitas dosen dan peneliti Indonesia dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hasil Pendampingan Peserta Workshop Inclusive Publication Camp (INCAMP) Batch 2 Tahun 2026 di Universitas Surabaya (UBAYA).
Kegiatan yang berlangsung pada 6–9 Oktober 2026 di Kampus UBAYA, Surabaya, ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan penulisan artikel ilmiah peserta sekaligus mendorong percepatan publikasi pada jurnal ilmiah, termasuk jurnal internasional bereputasi.
Program tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek. Monev merupakan tahapan ketiga dalam rangkaian Program INCAMP 2026, setelah peserta mengikuti pembekalan materi penulisan artikel ilmiah dan pendampingan intensif secara daring selama kurang lebih empat bulan.
Dalam kegiatan ini, peserta mempresentasikan perkembangan artikel masing-masing untuk memperoleh masukan dari narasumber, fasilitator, mentor, dan pendamping. Evaluasi diarahkan untuk memperkuat substansi artikel, meningkatkan kualitas penulisan, serta mempersiapkan naskah agar memenuhi standar publikasi ilmiah.
26 Artikel Masih dalam Tahap Penulisan
Program INCAMP Batch 2 di Surabaya diikuti 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan data perkembangan artikel per 2 Oktober 2026, sebanyak 26 artikel masih dalam tahap penulisan (writing process), 12 artikel telah dikirimkan ke jurnal (submitted), 11 artikel sedang dalam proses penelaahan (under review), dan satu artikel telah berstatus diterima (accepted).
Capaian tersebut menggambarkan perkembangan peserta dalam menempuh tahapan publikasi ilmiah, mulai dari penyusunan naskah hingga pengiriman dan proses penelaahan oleh jurnal.

Ketua Tim Artikel Ilmiah Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek, Moch Husni Thamrin, mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan pendampingan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan artikel peserta.
“Kami berharap melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, progres penulisan artikel peserta dapat terus meningkat. Artikel yang masih berada pada tahap writing process diharapkan dapat segera diselesaikan dan disubmit, sementara artikel yang telah submitted maupun under review dapat terus dipantau hingga memperoleh hasil publikasi,” ujar Husni.
Menurutnya, Monev bukan sekadar kegiatan untuk memetakan posisi perkembangan artikel. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kendala, memperkuat kemampuan peserta, serta memberikan arahan agar naskah dapat terus disempurnakan.
“Monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan proses pendampingan memberikan dampak terhadap perkembangan artikel peserta. Masukan dan pendampingan diharapkan dapat membantu peserta menyelesaikan artikelnya hingga tahap publikasi,” jelasnya.
Melalui proses tersebut, peserta diharapkan mampu menindaklanjuti berbagai masukan secara terarah, baik dalam penyempurnaan metode, penguatan analisis, penajaman pembahasan, maupun penyesuaian naskah dengan ketentuan jurnal tujuan.
Kemdiktisaintek Apresiasi UBAYA sebagai Mitra Strategis
Husni juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Surabaya yang telah mendukung pelaksanaan Program INCAMP 2026. Kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan UBAYA dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan kapasitas dosen dan peneliti.
“Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pimpinan Universitas Surabaya yang telah menjadi mitra strategis dalam menyukseskan pelaksanaan Program INCAMP Tahun 2026,” ungkap Husni.
Ia menambahkan, dukungan berbagai pihak memungkinkan seluruh rangkaian program, mulai dari pembekalan, pendampingan hingga monitoring dan evaluasi, dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Semoga kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus diperkuat dan menjadi sinergi yang berkelanjutan dalam memfasilitasi dosen untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi, khususnya dalam menghasilkan artikel ilmiah berkualitas dan meningkatkan peluang publikasinya pada jurnal internasional bereputasi,” lanjutnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan jumlah artikel yang dikirimkan ke jurnal, tetapi juga memperkuat kualitas karya ilmiah yang dihasilkan oleh dosen dan peneliti Indonesia.
Rektor UBAYA: Publikasi Ilmiah Harus Membangun Budaya Akademik

Rektor Universitas Surabaya, Dr. Benny Lianto, menegaskan bahwa publikasi ilmiah memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyebarluasan manfaat hasil penelitian kepada masyarakat.
Menurut Benny, kualitas publikasi tidak hanya bergantung pada hasil penelitian, tetapi juga pada kemampuan peneliti dalam mengomunikasikan gagasan, temuan, dan kontribusi ilmiah secara sistematis sesuai dengan standar publikasi.
“Program Inclusive Publication Camp memiliki peran strategis. Pendampingan yang diberikan bukan sekadar membantu menyelesaikan sebuah naskah artikel, tetapi juga merupakan proses membangun kapasitas dan budaya publikasi ilmiah,” ujar Benny Lianto.
Ia menjelaskan, monitoring dan evaluasi perlu dimaknai sebagai ruang pembelajaran bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi menulis sekaligus memperkuat kualitas artikel.
“Setiap masukan yang diberikan oleh mentor, reviewer maupun narasumber hendaknya dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menghasilkan karya ilmiah yang semakin baik,” katanya.
Benny menilai, proses publikasi membutuhkan ketekunan, keterbukaan terhadap kritik, dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan. Karena itu, pendampingan yang berkelanjutan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kompetensi penulis artikel ilmiah.
Kolaborasi Perkuat Ekosistem Penelitian
Lebih lanjut, Benny menekankan bahwa penguatan penelitian dan publikasi ilmiah tidak dapat dilakukan oleh perguruan tinggi secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, pengelola penelitian, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Universitas tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun ekosistem penelitian yang kuat. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, pengelola penelitian, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, INCAMP menjadi salah satu bentuk fasilitasi peningkatan kapasitas dosen dan peneliti melalui pembekalan, diskusi, penelaahan naskah, serta pendampingan secara intensif.
Program ini juga mendorong peserta untuk membangun kebiasaan menulis secara konsisten, terbuka terhadap masukan, dan melakukan penyempurnaan artikel berdasarkan standar ilmiah serta ketentuan jurnal yang dituju.
Bagi UBAYA, dukungan terhadap program ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Monev Jadi Momentum Percepatan Publikasi
Pelaksanaan Monev INCAMP Batch 2 di Surabaya diharapkan menjadi titik penguatan bagi peserta untuk menuntaskan artikel yang masih dalam tahap penulisan, meningkatkan jumlah naskah yang disubmit, serta menindaklanjuti artikel yang sedang menjalani proses penelaahan.

Dengan pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi antara Kemdiktisaintek, perguruan tinggi, fasilitator, mentor, serta peserta, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas dan berdaya saing internasional.
Melalui INCAMP, penguatan talenta penelitian diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian naskah, tetapi berkembang menjadi budaya publikasi ilmiah yang produktif, konsisten, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperluas kontribusi hasil penelitian perguruan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.












