Lentera Post – Jakarta, Indonesia, ada sosok yang diam-diam namun konsisten mengubah wajah sains Indonesia: Sri Fatmawati. Penerima Anugerah Puspa Bangsa “Nawasena” 2026 dari Kompas TV ini bukan hanya seorang ilmuwan, tetapi juga simbol ketangguhan, dedikasi, dan harapan bagi generasi masa depan.
Penghargaan Nawasena, yang bermakna kekuatan baru, diberikan kepada figur muda yang menghadirkan terobosan, dampak nyata, serta membuka jalan bagi masa depan Indonesia yang lebih maju, melalui inovasi dan keberanian melampaui batas.
Sebagai ilmuwan Asia pertama yang meraih Dr. Willmar Schwabe Award, serta penerima berbagai penghargaan bergengsi lainnya, Sri Fatmawati membuktikan bahwa batas geografis dan stereotip bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi. Dari laboratorium hingga panggung global, ia menghadirkan sains yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai dosen di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) @its_campus dan Direktur Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) @tsth2.id, Sri Fatmawati menempuh perjalanan panjang penuh ketekunan. Ia mengembangkan riset kimia bahan alam, mengangkat kekayaan biodiversitas Indonesia, serta membangun ekosistem kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan. Lebih dari itu, ia membuka jalan bagi perempuan untuk berani bermimpi, memimpin, dan berkarya di dunia sains. Ia juga membagikan perjalanan riset, kolaborasi global, serta inspirasi kepemimpinan perempuan melalui kanal publiknya di Instagram @srifatmawati_phd, yang menjadi jendela bagi publik untuk melihat bagaimana sains dapat hadir lebih dekat, inklusif, dan relevan.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang kerja kolektif, tentang keyakinan bahwa sains harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Inilah impian Ibu kita Kartini, memberi akses pendidikan kepada semua perempuan” ujar Sri Fatmawati.
Sebagai ilmuwan perempuan, Sri Fatmawati mencerminkan ketangguhan sejati, bukan sekadar bertahan, tetapi melampaui batas, menginspirasi, dan membawa nama Indonesia ke kancah dunia. Kekaguman terhadapnya bukan hanya karena prestasi, tetapi karena dedikasinya menjadikan sains sebagai jalan pengabdian dan perubahan.
Dari Indonesia untuk dunia, kisah Sri Fatmawati menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia mampu berdiri di garis terdepan peradaban, membawa ilmu pengetahuan sebagai cahaya bagi masa depan.












