Lentera Post – Surabaya, 21 Oktober 2026 – Tim kolaborasi Smart Water Record mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Kemajuan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat JatimPro Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Rabu (21/10/2026) di Auditorium Galeri Riset & Inovasi Teknologi (GRIT), Gedung Research Center Lantai L, Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, tim memaparkan perkembangan program berjudul “Penerapan Edutech dan Circular Economy Melalui Pengolahan Limbah Organik Menjadi Kompos dan Smart Water Record Berbasis Komunitas Guna Keberlanjutan Reforestasi dan Ketahanan Air DAS Brantas dari Hulu (Bumiaji) hingga Hilir (Surabaya)”. Program melibatkan kolaborasi Universitas Negeri Malang, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Surabaya.
Program ini diketuai oleh Otto Fajarianto dari Universitas Negeri Malang. Anggota tim terdiri atas Dyah Puspitasari Srirahayu, Neffrety Nilamsari, Riky Tri Yunardi, Esti Putri Anugrah, dan Raditya Ahmad Satiaji dari Universitas Airlangga; Joko Priambodo dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember; Muhammad Fakhri dari Universitas Brawijaya; serta Arie Wardhono dari Universitas Negeri Surabaya.
Pada segmen hilir DAS Brantas, Universitas Airlangga mengembangkan Smart Water Record, yaitu sistem pencatatan dan pemantauan kondisi sumber air berbasis komunitas dengan inovasi Kartu Kesehatan Sumber Air (KKSA) Digital. Sistem ini dirancang agar setiap titik sumber air memiliki identitas, hasil pengukuran, dokumentasi, dan riwayat kondisi yang dapat dipantau dari waktu ke waktu.
Hingga pelaksanaan monev, kemajuan kegiatan telah mencapai sekitar 70 persen. Tahapan yang telah dilaksanakan meliputi persiapan dan asesmen kebutuhan lapangan serta pengembangan perangkat pemantauan dan aplikasi KKSA. Asesmen dilakukan pada beberapa titik aliran sungai di Surabaya dengan mengukur sejumlah parameter awal kondisi air serta mendokumentasikan karakteristik lingkungan di masing-masing lokasi.
Tahapan berikutnya pada awal November 2026 difokuskan pada kaderisasi, implementasi Smart Water Record dan KKSA Digital, serta serah terima perangkat kepada masyarakat pengelola di wilayah sasaran. Kegiatan ini mendukung SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui penguatan pemantauan kualitas sumber air berbasis masyarakat serta SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui edukasi pengurangan pencemaran dari aktivitas rumah tangga.
Pada akhir November 2026, tim dijadwalkan mengikuti kegiatan bersama konsorsium di Malang untuk mempresentasikan hasil program, berbagi praktik baik, dan memperkuat kolaborasi pengelolaan sumber daya air dari kawasan hulu hingga hilir DAS Brantas.
Pelaksanaan program Smart Water Record didukung oleh Universitas Airlangga melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) dalam Program Pengabdian Masyarakat JatimPro Tahun 2026, berdasarkan Nomor Kontrak 4161/B/DST/UN3.LPMB/PM.01.01/2026.












