Lentera Post – Malang, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak penting perekonomian Indonesia. Agar mampu berkembang dan bersaing, UMKM tidak hanya membutuhkan produk berkualitas, tetapi juga proses produksi yang baik, strategi pemasaran yang adaptif, serta pengelolaan usaha yang tertata.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Surabaya (UBAYA) melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan UMKM Tempe Sagu Susana melalui Peningkatan Kualitas Produk dan Optimalisasi Pemasaran” memberikan pendampingan terpadu kepada UMKM Tempe Sagu Susana di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Program pendampingan mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas produksi dan keamanan pangan, pemasaran digital, penguatan branding, pengemasan, hingga pengelolaan keuangan. Pendekatan lintas bidang ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong keberlanjutan usaha.
Salah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah pelatihan Sanitasi, Higiene, dan Good Manufacturing Practices (GMP). Melalui pelatihan ini, mitra mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta menerapkan praktik produksi yang baik dan konsisten.
Dr. Ruth Chrisnasari, S.T.P., M.P., dosen Fakultas Teknobiologi sekaligus peneliti di Pusat Unggulan Iptek Produk Pangan Fungsional dan Suplemen Kesehatan (PUI-Pasdeg) UBAYA, menjelaskan bahwa keamanan pangan perlu dibangun melalui kebiasaan dan sistem yang diterapkan secara konsisten.
“Sanitasi dan higiene bukan hanya tentang menjaga tempat produksi tetap bersih. Keduanya merupakan bagian dari sistem untuk memastikan produk yang dihasilkan aman, konsisten, dan berkualitas. Karena itu, penerapan GMP perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dalam proses produksi,” jelas Ruth.
Perkuat Pemasaran dan Identitas Produk
Dari sisi pemasaran, UBAYA memberikan pelatihan Transformasi Pemasaran Digital UMKM Tempe Sagu Susana yang mencakup penguatan branding dan pengemasan produk. Pendampingan ini diarahkan untuk membantu mitra memanfaatkan kanal digital sekaligus membangun identitas produk yang lebih kuat.
Dr. Prita Ayu K., S.E., M.M., SCM., dosen Fakultas Bisnis & Ekonomika UBAYA, menekankan bahwa digitalisasi memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar.
“Digitalisasi memberikan kesempatan bagi UMKM untuk tidak hanya mengandalkan pasar di sekitar tempat produksi. Dengan strategi yang tepat, produk lokal dapat dikenal oleh konsumen yang lebih luas. Yang penting bukan sekadar hadir di media digital, tetapi membangun identitas dan komunikasi produk yang menarik serta konsisten,” ungkap Prita.
Selain pemasaran, aspek pengelolaan keuangan juga menjadi perhatian dalam program pendampingan. Melalui pelatihan pembukuan dan keuangan, mitra dibekali kemampuan untuk melakukan pencatatan keuangan secara lebih tertib sebagai dasar dalam mengambil keputusan usaha.
Dr. Bertha Silvia Sutejo, dosen Fakultas Bisnis & Ekonomika UBAYA, mengatakan bahwa pembukuan yang rapi membantu pelaku usaha memahami kondisi bisnis secara lebih jelas.
“Pembukuan yang rapi membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnisnya secara lebih jelas. Dengan pencatatan yang baik, pemilik usaha dapat mengetahui pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan, sehingga keputusan bisnis dapat dibuat berdasarkan data, bukan hanya perkiraan,” jelas Bertha.
Dukung Efisiensi dan Kapasitas Produksi
Tidak hanya melalui pelatihan dan pendampingan, UBAYA juga memberikan dukungan berupa mesin-mesin produksi kepada UMKM Tempe Sagu Susana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus kapasitas produksi sehingga mitra dapat mengembangkan usahanya secara lebih optimal.
Program ini menjadi salah satu wujud komitmen UBAYA dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi lintas bidang antara teknologi pangan, pemasaran, dan manajemen diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih menyeluruh bagi pengembangan UMKM.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara terpadu, UMKM Tempe Sagu Susana diharapkan dapat tumbuh menjadi usaha yang semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat UMKM sebagai salah satu fondasi penting perekonomian Indonesia.












