UKI Gelar PKM Keamanan Akun Digital, Perkuat Literasi Siber Siswa SMA Seminari Mertoyudan Magelang

Lentera Post – Magelang, 18 September 2026 — Universitas Kristen Indonesia (UKI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Seminari Mertoyudan Magelang dengan tema “Edukasi dan Pelatihan Keamanan Akun Digital sebagai Upaya Pencegahan Kejahatan Siber pada Siswa SMA Seminari Mertoyudan Magelang.”Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran siswa dalam menjaga keamanan akun serta menggunakan teknologi digital secara aman, bijaksana, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktik sederhana mengenai keamanan akun digital. Pendekatan tersebut memungkinkan siswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual, tetapi juga mengenali berbagai risiko yang dapat muncul dalam penggunaan teknologi dan mempraktikkan langkah-langkah dasar untuk melindungi akun digital.

Tim PKM Universitas Kristen Indonesia terdiri atas Dr. Melda Rumia Rosmery Simorangkir, M.Pd., Kons. dari Program Pascasarjana Program Studi Magister Administrasi Pendidikan; Prof. Dr. dr. Bernadetha Nadeak, M.Pd.dari Program Pascasarjana Program Studi Magister Administrasi Pendidikan; Dr. Ir. Edison Siregar, M.M., CHRM.dari Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen; Risma Uly Manalu, S.Kom., MMSI. dari Program Studi Pendidikan Matematika; serta Joshua Dwi Hartono, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling.

Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan karakteristik SMA Seminari Mertoyudan sebagai lingkungan pendidikan dan formatio calon imam. Dalam lingkungan tersebut, pendidikan tidak hanya diarahkan pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan pribadi melalui nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kesehatan, dan pengembangan intelektual. Dalam konteks tersebut, keamanan digital tidak hanya dipandang sebagai kemampuan teknis untuk melindungi akun pribadi. Keamanan digital juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menggunakan teknologi secara bijaksana, menjaga privasi, menghormati orang lain, serta bertanggung jawab terhadap informasi dan konten yang dibagikan di ruang digital.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa telah memiliki pengalaman menggunakan berbagai teknologi dan media digital. Namun, pemahaman mengenai keamanan akun dan berbagai risiko kejahatan siber masih perlu terus diperkuat. Melalui diskusi dan studi kasus, siswa diajak mengenali berbagai bentuk ancaman digital, tidak hanya berupa peretasan akun, tetapi juga phishing, pencurian identitas, penyalahgunaan data pribadi, penyebaran informasi palsu, cyberbullying, serta penggunaan foto dan video tanpa persetujuan. Pembahasan kasus yang dekat dengan kehidupan remaja membantu siswa memahami bahwa aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi terhadap diri sendiri maupun orang lain. Peserta diarahkan untuk tidak hanya mempertimbangkan apakah suatu tindakan aman secara teknis, tetapi juga apakah tindakan tersebut benar, bertanggung jawab, dan menghormati privasi serta martabat orang lain.

Selain memperoleh materi, siswa juga mengikuti praktik sederhana mengenai keamanan akun. Peserta diperkenalkan pada penggunaan kata sandi yang kuat dan unik, pentingnya two-factor authentication (2FA), pengaturan privasi akun, serta cara mengenali pesan dan tautan yang berpotensi menjadi modus phishing. Kegiatan berlangsung secara interaktif. Siswa aktif memberikan tanggapan, mengikuti simulasi, mengajukan pertanyaan, serta mendiskusikan berbagai situasi yang mungkin mereka temui dalam penggunaan teknologi sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh bekal untuk lebih waspada dalam menjaga informasi pribadi dan mengambil keputusan sebelum membuka tautan, memberikan data, maupun membagikan informasi melalui media digital.

Kegiatan PKM ini memberikan penguatan terhadap pengetahuan, keterampilan dasar, dan kesadaran etis siswa dalam menjaga keamanan akun digital. Literasi keamanan digital dipandang tidak terpisahkan dari pembentukan karakter, khususnya dalam membangun kebiasaan untuk jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain di ruang digital.

Bagi siswa SMA Seminari Mertoyudan, penguatan literasi digital memiliki relevansi dengan proses formatio yang mereka jalani. Kemampuan menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab diharapkan menjadi bagian dari pembentukan pribadi yang memiliki kecakapan digital sekaligus tanggung jawab moral dalam kehidupan digital. Tim PKM UKI berharap kegiatan edukasi ini dapat terus dikembangkan melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah. Kegiatan lanjutan dapat diarahkan pada penguatan keamanan akun, perlindungan data pribadi, etika bermedia sosial, kemampuan mengenali kejahatan siber, serta pembentukan budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, literasi digital tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi berkembang menjadi bagian dari pembentukan pribadi yang mampu menggunakan teknologi secara aman, cerdas, etis, dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *