Media Bangsa – Upaya membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana diwujudkan melalui kegiatan AMBU RESIK 3 yang diselenggarakan pada 31 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan kolaborasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membangun kesadaran terhadap potensi risiko bencana di lingkungan sekitar.
AMBU RESIK 3 berhasil melibatkan sebanyak 169 peserta dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat. Peserta berasal dari ELING RW 1 Hegarmanah sebanyak 18 orang, ELING RW 2 Hegarmanah sebanyak 15 orang, Tahura RW 7 dan RW 8 sebanyak 34 orang, Keluarga Ikatan Alumni Perguruan Indonesia Raya sebanyak 30 orang, Digital Mama sebanyak 3 orang, RW 11 Hegarmanah sebanyak 37 orang, serta PKK Pluncut sebanyak 32 orang.
Penyampaian materi dalam kegiatan ini melibatkan dua lembaga, yaitu Healthy Harvest Indonesia dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Keterlibatan kedua lembaga tersebut menghadirkan perspektif yang saling melengkapi, yakni mengenai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Melalui materi yang disampaikan oleh Healthy Harvest Indonesia, peserta memperoleh edukasi mengenai kepedulian lingkungan, konsep eco living, serta pengelolaan sampah secara bertanggung jawab. Peserta diperkenalkan pada pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Edukasi ini juga mendorong masyarakat untuk menerapkan kebiasaan sederhana, seperti mengurangi produksi sampah dan mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, BPBD memberikan edukasi mengenai kebencanaan dan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko bencana, mengenali kondisi lingkungan sekitar, serta membangun kesadaran akan pentingnya tindakan preventif dan kesiapan menghadapi situasi darurat.
Keberadaan kedua materi tersebut memberikan pemahaman bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan bencana merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Masyarakat tidak hanya perlu memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga perlu memahami potensi ancaman di sekitarnya dan mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana.
Melalui AMBU RESIK 3, diharapkan terbangun keberlanjutan gerakan kepedulian lingkungan dan kesiapsiagaan bencana yang tidak hanya berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi juga diwujudkan melalui perubahan perilaku di lingkungan keluarga, komunitas, dan masyarakat luas.
AMBU RESIK 3 menjadi wujud kolaborasi bahwa masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekaligus memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan bagian penting dalam membangun komunitas yang tangguh dan berkelanjutan.
Penulis : Yunita Miftahul Jannah












