Dosen dan Mahasiswa FIP UNJ Kembangkan Panca-AR, Belajar Pendidikan Pancasila Kini Lewat Augmented Reality

Dokumentasi: Pelaksanaan Penelitian bersama Kepala Sekolah dan Guru SDN Sunter Jaya 01

Lentera Post – Jakarta – Transformasi digital di dunia pendidikan tidak hanya mengubah cara guru mengajar, tetapi juga membuka peluang baru dalam pembelajaran karakter. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan Panca-AR, media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang untuk mendukung pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Inovasi ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa Generasi Alpha yang akrab dengan teknologi digital.

Penelitian ini dipimpin oleh Prince Clinton Immanuel Christian Damanik, M.Pd. bersama tim yang terdiri atas Dr. Linda Zakiah, S.Pd., M.Pd., Mohammad Idham Chaled, M.Pd., Rizki Achmad Husaeni, M.Pd., Sukma Laksita Rahma, S.T., M.Ling., dan Feri Dwi Jayanti, M.Pd. Pengembangan aplikasi juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, yakni Langit Anggra Yusephia Putri, Prabawati Kusumaningtyas, dan Revalia Sri Damayanti, sebagai bentuk kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi pendidikan berbasis teknologi.

Ketua tim peneliti, Prince Clinton Immanuel Christian Damanik, M.Pd., mengatakan bahwa Panca-AR dikembangkan karena pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak cukup hanya disampaikan melalui metode ceramah dan hafalan. Menurutnya, siswa perlu memperoleh pengalaman belajar yang memungkinkan mereka memahami sekaligus mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih dekat dengan kehidupan siswa. Melalui Panca-AR, siswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga diajak berpikir kritis dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila,” ujar Prince.

Panca-AR dikembangkan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Aplikasi ini memuat empat materi utama, yaitu Pancasila, Gotong Royong, Etika Digital, dan Kebhinekaan. Tiga materi terakhir dilengkapi kuis interaktif berbasis dilema moral yang dirancang berdasarkan teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg dan pendekatan Situated Learning. Melalui skenario yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa diajak menentukan pilihan dan merefleksikan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.

Penelitian dan pengembangan Panca-AR dilaksanakan sepanjang Juni hingga Juli 2026. Rangkaian kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan aplikasi, validasi oleh para ahli, hingga implementasi di SDN Sunter Jaya 01, Jakarta Utara, yang melibatkan 50 siswa kelas V dan 10 guru. Melalui implementasi tersebut, tim peneliti mengevaluasi kelayakan media, tingkat penerimaan pengguna, serta hasil belajar siswa setelah menggunakan aplikasi.

Dok: Pelaksanaan Penelitian dengan siswa

Sebelum diterapkan di sekolah, Panca-AR melalui proses validasi oleh tiga validator independen yang terdiri atas ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Hasilnya menunjukkan kualitas aplikasi yang sangat baik. Secara keseluruhan, Panca-AR mendapat kategori sangat baik, yang menunjukkan bahwa aplikasi telah memenuhi aspek kelayakan materi, bahasa, dan media untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Implementasi aplikasi dilakukan di SDN Sunter Jaya 01, Jakarta, dengan melibatkan 50 siswa kelas V dan 10 guru. Hasil implementasi menunjukkan tingkat penerimaan siswa terhadap aplikasi mencapai 92,7 persen, menandakan bahwa media ini dinilai mudah digunakan, menarik, serta sesuai dengan karakteristik pembelajaran siswa sekolah dasar.

Selain itu, seluruh siswa berhasil mencapai ketuntasan pada kuis interaktif yang tersedia di dalam aplikasi dengan nilai rata-rata 93,67. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis Augmented Reality mampu mendukung pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Pancasila sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka selama proses pembelajaran.

Dokumentasi: Pelaksanaan Penelitian melibatkan Mahasiswa

Temuan penelitian juga diperkuat melalui wawancara dengan para guru. Mereka menilai Panca-AR sebagai media pembelajaran yang modern, menarik, mudah dipahami, serta mampu meningkatkan antusiasme dan partisipasi siswa di kelas. Para guru berharap aplikasi ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan di lebih banyak sekolah dasar.

Kepala SDN Sunter Jaya 01, Junengsih, M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan tim Universitas Negeri Jakarta. Menurutnya, pemanfaatan teknologi Augmented Reality mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.

“Kami mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh tim Universitas Negeri Jakarta. Panca-AR memberikan warna baru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan membuat siswa lebih aktif serta antusias mengikuti kegiatan belajar. Kami mendukung pengembangan media ini agar dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak sekolah sebagai bagian dari transformasi pembelajaran di era digital,” ujar Junengsih.

Selain menghasilkan media pembelajaran digital, penelitian ini juga memperluas pemanfaatan teknologi Augmented Reality yang selama ini lebih banyak digunakan pada bidang sains dan teknologi ke ranah pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Pendekatan berbasis dilema moral yang diusung Panca-AR mendorong siswa tidak hanya menghafal nilai-nilai Pancasila, tetapi juga belajar menerapkannya dalam berbagai situasi kehidupan nyata.

Tim peneliti berharap Panca-AR dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran Pendidikan Pancasila yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus mendukung penguatan pendidikan karakter di Indonesia. Ke depan, pengembangan aplikasi akan dilanjutkan melalui uji efektivitas pada skala yang lebih luas, penyempurnaan fitur, serta implementasi di berbagai sekolah dengan karakteristik yang beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *