SDN Tajem Edukasi Pedoman “Isi Piringku” Sejak Dini

Membentuk generasi yang tangguh dan cerdas harus diimbangi dengan kebiasaan konsumsi gizi yang presisi di usia pertumbuhan. Lewat konsep "Isi Piringku", siswa SDN Tajem Sleman diedukasi tentang komposisi ideal asupan harian, Kamis (27/8/2026).

Lentera Post – Guna menanamkan kebiasaan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang optimal sejak usia sekolah, Ahli Gizi SPPG Maguwoharjo 1 Riza Iwanda memberikan edukasi gizi seimbang kepada para siswa SD Negeri Tajem, Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (27/8/2026).

Fokus utama dari edukasi ini adalah pengenalan pedoman “Isi Piringku”, sebuah panduan visual sederhana dari Kementerian Kesehatan yang sangat aplikatif bagi anak-anak untuk memahami komposisi ideal makanan bergizi seimbang dalam setiap porsi makan.

“Dalam pedoman Isi Piringku, komposisinya sangat jelas. Dalam satu piring, setengah bagian diisi oleh sayur dan buah, sedangkan setengah bagian lainnya berisi makanan pokok dan lauk pauk. Komposisi ini penting dikenalkan sejak dini agar anak terbiasa memilih makanan yang lebih beragam dan seimbang,” jelas Riza.

Lebih lanjut, Riza menekankan, pemahaman mengenai gizi anak tidak boleh berhenti pada jenis asupan makanan saja.

Implementasi “Isi Piringku” merupakan satu kesatuan holistik yang harus diimbangi dengan kebiasaan sehat lainnya untuk menunjang aktivitas dan tumbuh kembang fisik.

“Pedoman Isi Piringku juga mengajak anak-anak untuk rutin minum delapan gelas air setiap hari, melakukan aktivitas fisik minimal selama 30 menit, serta membiasakan diri mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun sebelum maupun sesudah makan,” tambahnya.

Usia sekolah dasar dinilai sebagai masa transisi yang paling krusial untuk menanamkan pola pikir dan perilaku hidup sehat.

Edukasi yang konsisten di fase ini diyakini mampu membentuk memori kebiasaan positif yang akan terus diaplikasikan para siswa hingga mereka beranjak dewasa.

Anak-anak dituntut memahami bahwa tubuh yang bugar bukan sekadar hasil dari porsi makan yang banyak, melainkan keseimbangan nutrisi, hidrasi, dan kebersihan diri.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Riza berharap para siswa SD Negeri Tajem tidak hanya memahami teori gizi di lingkungan sekolah, tetapi mempraktikkannya secara nyata di meja makan rumah masing-masing.

“Harapannya, anak-anak tidak sekadar mengenal pedoman Isi Piringku saat kegiatan berlangsung, tetapi mampu menerapkannya secara mandiri sehingga kebiasaan hidup sehat benar-benar tumbuh menjadi karakter unggul sejak dini,” pungkasnya. (KIM Depok/Athiful)

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *