Pertamina Libatkan Masyarakat Awasi BBM dan LPG Subsidi

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menjatuhkan sanksi kepada 130 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan dua Pertashop di wilayah operasionalnya hingga Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tepat sasaran. ANTARA/HO-Pertamina

Lentera Post – PT Pertamina Patra Niaga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mengawasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bersubsidi, sebagai upaya menjaga kestabilan distribusi energi nasional agar tepat sasaran, dan tidak melebihi alokasi kuota tahun 2026.

Hal itu disampaikan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, melalui keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).

Robert mengimbau,  masyarakat mampu agar beralih ke produk energi nonsubsidi guna menjaga ketersediaan kuota bagi masyarakat yang berhak.

“Pertamina mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta dan mengawasi serta memastikan penyaluran dan pendistribusian energi subsidi yang tepat sasaran. BBM dan LPG nonsubsidi memiliki keunggulan kualitas dan layanan agar dapat digunakan masyarakat menengah ke atas sehingga tidak mengurangi subsidi energi,” ujar Roberth.

Langkah imbauan dan pengawasan partisipatif itu menyusul tingginya tren konsumsi energi masyarakat hingga pertengahan tahun.

Berdasarkan prognosa PT Pertamina (Persero), realisasi penyaluran energi bersubsidi diperkirakan akan melampaui kuota yang telah ditetapkan untuk tahun anggaran 2026.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Dalam rapat kerja tersebut, dilaporkan bahwa hingga 31 Juli 2026, realisasi distribusi Biosolar telah mencapai 11,18 juta kiloliter (KL) dari kuota 18,36 juta KL (berpotensi melampaui kuota 9,4 persen), Pertalite mencapai 16,54 juta KL dari kuota 28,69 juta KL (berpotensi di atas 1,7 persen), serta LPG 3 kg yang telah tersalurkan sebanyak 5,05 juta metrik ton dari total kuota 8 juta metrik ton.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *