Syukuri Hari Jadi ke-81 Jatim dan Hari Santri 2026, Khofifah Gelar Dzikir, Doa dan Sholawat

Lentera Post – SURABAYA, 24 OKTOBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Dzikir, Do’a dan Tabligh Akbar bersama Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam serta Syekh Afeefuddin Al-Jailani di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (23/10).

Digelar sebagai ungkapan syukur atas Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus peringatan Hari Santri 2026, kegiatan tersebut diikuti sekitar 20.000 jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Masyarakat mengikuti rangkaian pembacaan sholawat, tausiyah, dan doa bersama dengan antusias serta khidmat.

Pembacaan sholawat diiringi Hadrah Sabilu Taubah. Acara juga diisi lantunan ayat suci Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 122 dan Al-Mujadilah ayat 11 oleh Roy Mahendra, qari remaja terbaik pada MTQ ke-XXXI Jawa Timur 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah membagikan pengalamannya terkait proses penetapan Hari Santri. Ia menuturkan bahwa tiga hari sebelum pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI, dirinya dihubungi langsung untuk membahas bentuk kebijakan yang akan menjadi dasar penetapan Hari Santri.

Gubernur Khofifah kemudian mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri memiliki akar sejarah pada Resolusi Jihad yang diserukan Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Semangat tersebut menjadi pengingat akan peran santri dan ulama dalam membela negara serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Apa yang saya ingin sampaikan kepada panjenengan semua, Hari Santri itu sebetulnya memperingati Hari Resolusi Jihad. Hadratussyekh Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari menyampaikan bahwa para santri Jawa dan Madura, masyarakat di Jawa dan Madura, fardhu ain—fardhu ain membela negara, mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” jelas Gubernur Khofifah.

Karena itu, Gubernur Khofifah mengajak para santri meneladani semangat perjuangan tersebut dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia juga mengajak seluruh jemaah mendoakan keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia.

“Maka para santri harus siap menjadi pagar betis, garis terdepan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Siap? Mudah-mudahan Allah jaga Indonesia aman damai. Mudah-mudahan Allah anugerahkan Indonesia menjadi _baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur_. Amin. Terima kasih semuanya,” pesannya.

Sementara itu, Gus Iqdam mengatakan Jatim Bersholawat kali ini memang untuk mensyukuri Hari Santri dan Hari Jadi Jawa Timur ke-81. Syukur ini, disebutnya perlu diimplementasikan oleh kita semua masyarakat Jawa Timur mengingat 81 tahun anugerah kejayaan Jawa Timur ini bersumber dari Allah SWT.

“Walaupun di balik semua itu ada upaya-upaya kita atau ada ikhtiar-ikhtiar kita, tapi penentunya, pemberinya adalah Allah SWT. Dan Alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, kita mensyukuri nikmat untuk hal yang positif, mensyukuri Jawa Timur, 81 tahun keberhasilan Jawa Timur. Kesuksesan Jawa Timur ini digunakan untuk berkumpul ulama seperti Syekh Afeefuddin Al-Jailani yang kemudian digunakan untuk dzikir bersama,” terangnya.

Dalam acara tersebut, hadir pula Al-Sheikh Al-Sayyid Afeefuddin Al-Jailani yang merupakan Pemegang Utama Mutawalli Masjid dan Maqam Sultanul Awlia Al-Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani di Baghdad, Irak. Cucu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tersebut datang untuk memberikan tausiyah dan memimpin doa.

Syekh Afeefuddin mengaku bahagia dapat menjadi bagian dari Jatim Bersholawat. Terlebih karena ia menilai, masyarakat Indonesia dan Jawa Timur merupakan orang-orang yang senantiasa cinta kepada Rasulullah SAW.

Sehingga, apa yang ada di Jawa Timur sesuai dengan hadits Rasulullah SAW dalam HR. Bukhari no. 15 dan Muslim no. 44, yakni “Tidaklah beriman (dengan sempurna) salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.”

“Saya selalu bahagia untuk berkunjung dan berkunjung lagi ke negara ini. Negara yang penuh dengan cinta, negara yang selalu dijaga dengan kecintaannya kepada Rasulullah SAW. Terutama untuk Bu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah memberikan balasan yang sangat tinggi atas acara yang penuh makna ini,” ujarnya.

“Saya memohon kepada Allah untuk menembarkan rasa cinta. Semoga rasa cinta dan rasa aman itu ada, utamanya untuk negara ini, dan terutama lagi untuk Jawa Timur. Semoga Jawa Timur selalu diberikan keberkahan, termasuk kepada Ibu Gubernur,” pungkas Syekh Afeefuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *