Lentera Post – Monsun Australia yang mulai menguat menandai awal peralihan musim di Indonesia, di mana sejumlah wilayah secara bertahap mulai memasuki periode musim kemarau meskipun potensi hujan masih tetap terjadi di beberapa daerah dalam sepekan ke depan.
Dalam prospek cuaca sepekan ke depan, BMKG pada Jumat (24/4/2026) menjelaskan bahwa variabilitas iklim seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada kondisi netral sehingga tidak memberikan pengaruh dominan terhadap cuaca di Indonesia.
Namun, Monsun Australia diprakirakan menguat dan mulai membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia. Selain itu, dominasi angin timur juga menjadi indikasi bahwa sejumlah wilayah mulai beralih dari musim hujan menuju musim kemarau secara bertahap.
Meski demikian, BMKG menegaskan potensi hujan masih dapat terjadi akibat dinamika atmosfer lainnya. Madden Julian Oscillation (MJO) berada pada fase 1 dengan pergerakan yang melintasi Aceh, Sumatra Utara, dan Papua Selatan.
Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial juga terpantau aktif di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Maluku, dan Papua bagian tengah hingga selatan.
Selain itu, sirkulasi siklonik terdeteksi di perairan barat Aceh yang membentuk daerah konvergensi dari Sumatra Utara hingga Aceh. Kondisi ini diperkuat oleh labilitas atmosfer yang masih tinggi di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua.
Untuk periode 24–26 April 2026, cuaca Indonesia diperkirakan didominasi hujan ringan hingga lebat. Peningkatan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini siaga hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Maluku, dan Papua Selatan.
Pada periode 27–30 April 2026, hujan ringan hingga sedang masih mendominasi, dengan potensi hujan lebat di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca resmi melalui situs www.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, serta media sosial @infobmkg, guna memastikan aktivitas harian tetap aman dan terencana.
“Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem,” imbau BMKG.












