PENGEMBANGAN AMENITAS DESA WISATA MELALUI PELATIHAN BARISTA DAN INKUBASI OPERASIONAL COFFEE SHOP BAGI POKDARWIS DESA CISAAT KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT 

Lentera Post – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-WBU) Tahun 2026, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik (Prodi PKK FT) UNJ menyelenggarakan pelatihan teknis barista, pengelolaan coffee shop, pelayanan pelanggan, hingga strategi pengembangan usaha berbasis potensi wisata desa, pada sabtu, 23 Mei 2026.

 Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) melaksanakan program bertajuk “Pengembangan Amenitas Desa Wisata Melalui Pelatihan Barista dan Inkubasi Operasional Coffee Shop bagi Pokdarwis Desa Cisaat Kabupaten Subang Jawa Barat.” Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa wisata melalui peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan penguatan ekonomi lokal.

Program yang dilaksanakan di Desa Cisaat, Kabupaten Subang tersebut melibatkan tim dosen dan mahasiswa yang  terdiri dari Mulyati S.Pd, M.Si, Bimo Kuncoro Jati, S.Par, M.Par, Riswano, M.Pd, Gustami Amaliah, Zakiah dan Shafa Radiva Assyam memberikan pelatihan teknis barista, pengelolaan coffee shop, pelayanan pelanggan, hingga strategi pengembangan usaha berbasis potensi wisata desa. Kegiatan ini ditujukan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai garda terdepan dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata lokal.

Ketua pelaksana kegiatan Mulyati, S.Pd, M.Si menjelaskan bahwa keberadaan coffee shop tidak hanya dipandang sebagai tempat menikmati minuman kopi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari amenitas wisata yang meningkatkan daya tarik destinasi. Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat didorong untuk mampu mengelola usaha secara profesional sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata desa.

Pengembangan desa wisata saat ini menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Berbagai kajian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, memperkuat kelembagaan desa, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan destinasi.

Kepala Desa Cisaat, Suryana, bersama Ketua Tim POKDARWIS Desa Cisaat, Asep Suhendi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran UNJ yang telah memberikan wawasan baru kepada POKDARWIS dalam mengelola Kedai Kopi yang diharapkan menjadi salah satu daya Tarik desa Cisaat.

Kegiatan P2M ini juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, program ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat. Transfer pengetahuan mengenai teknik penyeduhan kopi, pelayanan usaha, hingga manajemen operasional menjadi bentuk pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kedua, program ini berkontribusi pada SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong terciptanya peluang usaha baru, peningkatan produktivitas masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. SDG 8 menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penciptaan lapangan kerja produktif, dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.  Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Kehadiran coffee shop yang dikelola masyarakat lokal diharapkan dapat menjadi ruang interaksi sosial sekaligus fasilitas pendukung wisata yang memperkuat identitas dan daya saing Desa Cisaat sebagai destinasi wisata berbasis komunitas. Konsep pariwisata berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berorientasi jangka panjang.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, kegiatan ini juga menghadirkan pendekatan inkubasi usaha yang memungkinkan peserta memperoleh pendampingan dalam mengelola bisnis secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai penting karena keberhasilan pengembangan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Desa Cisaat diharapkan dapat berkembang menjadi desa wisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan kesejahteraan  ekonomi bagi masyarakat setempat melalui pengelolaan potensi lokal yang inovatif dan berdaya saing.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik UNJ ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat dapat berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional serta pencapaian SDGs melalui penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan desa wisata berbasis komunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *