Lentera Post – Jakarta, Juni 2026 — Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Direktorat SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Memasuki satu tahun pelaksanaan program, KOMISI mengambil langkah proaktif dengan memperluas kolaborasi bersama dunia industri. Untuk pengembangan Batch 2, KOMISI mengajak dua perusahaan berskala multinasional, PT Deli Group Indonesia dan PT Tatalogam Lestari, sebagai mitra strategis dalam memperkuat kompetensi siswa SMK Pemasaran agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kunjungan industri tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pengurus KOMISI yang terdiri dari:
- Dedy Budiman – Founder KOMISI
- Indra Hadiwidjaja – Ketua Umum KOMISI
- Ahmad Madani – Sekretaris Jenderal KOMISI
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pebrizayanti, Pengurus Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI), yang selama ini aktif mendukung penguatan kompetensi guru dan siswa SMK Pemasaran di Indonesia.
KOMISI Mendorong Kolaborasi Nyata antara Industri dan Pendidikan Vokasi
Selama satu tahun terakhir, Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas telah menjadi salah satu model kolaborasi yang mempertemukan sekolah, guru, praktisi sales, dan dunia industri dalam membangun kompetensi siswa secara lebih aplikatif.
Melalui pengembangan Batch 2, KOMISI ingin memastikan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti pada teori di kelas, tetapi diperkuat melalui pengalaman belajar langsung dari perusahaan yang memiliki standar profesional dan budaya kerja kelas dunia.
Founder KOMISI, Dedy Budiman, mengatakan bahwa organisasi profesi memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
“Dunia usaha membutuhkan talenta sales yang siap bekerja sejak hari pertama. Karena itu, organisasi profesi seperti KOMISI harus menjadi jembatan yang mempertemukan sekolah dengan industri. Kami ingin siswa SMK memperoleh pengalaman belajar yang benar-benar relevan dengan tantangan dunia kerja.”
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KOMISI, Indra Hadiwidjaja, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak dapat dibangun oleh sekolah saja.
“Kolaborasi menjadi kunci. Industri memiliki pengalaman nyata mengenai kebutuhan pasar, sementara sekolah membangun fondasi kompetensi dan karakter siswa. Ketika keduanya berjalan bersama, kualitas lulusan akan meningkat secara signifikan. Inilah yang terus kami dorong melalui Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas.”
Deli Indonesia dan Tatalogam Dilibatkan untuk Memperkuat Batch 2
Sebagai bagian dari pengembangan program, KOMISI melakukan kunjungan ke PT Deli Group Indonesia dan PT Tatalogam Lestari.
Kedua perusahaan dipilih karena memiliki pengalaman panjang dalam membangun sistem pemasaran, pengembangan sumber daya manusia, serta budaya kerja profesional yang dapat menjadi referensi pembelajaran bagi siswa SMK.
Melalui kolaborasi ini, siswa nantinya diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai praktik penjualan modern, pemahaman produk, pelayanan pelanggan, komunikasi bisnis, hingga karakter profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.
Sekretaris Jenderal KOMISI, Ahmad Madani, menjelaskan bahwa pengembangan Batch 2 akan lebih menitikberatkan pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan keterlibatan aktif praktisi industri.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori sales, tetapi juga melihat bagaimana proses bisnis dijalankan di perusahaan. Ketika siswa belajar langsung dari dunia industri, mereka akan memiliki pola pikir yang lebih adaptif, lebih percaya diri, dan lebih siap menghadapi perubahan pasar.”
Menurut Ahmad Madani, kolaborasi dengan PT Deli Group Indonesia dan PT Tatalogam Lestari merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda vokasi yang memiliki daya saing tinggi.
Membangun Talenta Sales Indonesia Sejak Bangku SMK
Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis penjualan, tetapi juga pada pembentukan karakter profesional.
Melalui pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan praktik industri, siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, memahami kebutuhan pelanggan, membangun relasi, berpikir kritis, serta memiliki integritas dalam menjalankan profesi sales.
KOMISI meyakini bahwa profesi sales merupakan salah satu profesi strategis yang berperan penting dalam pertumbuhan dunia usaha. Oleh karena itu, penguatan kompetensi sales perlu dimulai sejak pendidikan vokasi agar lulusan SMK memiliki kesiapan kerja yang lebih baik.
Komitmen Berkelanjutan
KOMISI berharap keterlibatan PT Deli Group Indonesia dan PT Tatalogam Lestari dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan pendidikan vokasi di Indonesia.
Ke depan, organisasi profesi, sekolah, pemerintah, asosiasi guru, dan dunia usaha diharapkan terus bersinergi untuk membangun ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan lulusan SMK yang kompeten, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Tentang KOMISI
Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) merupakan organisasi profesi yang berfokus pada pengembangan kompetensi tenaga sales Indonesia melalui edukasi, sertifikasi, pelatihan, kolaborasi industri, serta penguatan pendidikan vokasi. KOMISI aktif mendukung berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas yang diselenggarakan oleh Direktorat SMK.










