Lentera Post – Erupsi Gunung Anak Krakatau awal September 2026 membuat banyak warga Jabodetabek, Banten, dan Lampung mencari cara cek kualitas udara di HP masing-masing. Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi ikut memperparah kondisi ini, sehingga udara di sejumlah kota sempat turun ke level tidak sehat. Untungnya, kamu bisa memantau kondisi udara kapan saja lewat aplikasi di ponsel, tanpa perlu alat khusus.
Kenapa Kamu Perlu Cek Kualitas Udara Sekarang
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4 hingga 6 September 2026, dengan kolom abu yang mencapai ketinggian 50 ribu kaki. Angin membawa abu vulkanik ini hingga ke Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Pemprov DKI Jakarta bahkan memberlakukan sekolah dari rumah mulai 7 September 2026 untuk mengantisipasi risiko abu vulkanik bagi anak-anak.
Karhutla di beberapa provinsi memperburuk kondisi udara. Data mencatat AQI Jakarta menyentuh 147 pada 5 September 2026, membuat Jakarta masuk lima besar kota paling berpolusi di dunia saat itu. Konsentrasi PM2.5 saat itu melewati sembilan kali lipat standar tahunan WHO. Meski AQI turun ke angka 101 pada 7 September pagi, kategori ini tetap masuk tidak sehat bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan.
Abu vulkanik dan asap karhutla punya karakter partikel berbeda meski sama-sama berbahaya. Abu vulkanik cenderung kasar dan bisa mengiritasi saluran napas, mata, serta kulit, sementara asap karhutla membawa partikel halus yang bisa masuk lebih dalam ke paru-paru. Karena itu, rutin memantau kualitas udara jadi langkah paling praktis untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Cara Cek Kualitas Udara Lewat Aplikasi IQAir AirVisual
IQAir AirVisual jadi salah satu aplikasi favorit karena datanya real time dan mencakup ribuan kota di dunia. Kamu bisa mengunjungi situs resmi IQAir Indonesia untuk cek data tanpa install aplikasi. Berikut langkah pakai aplikasinya.
- Unduh aplikasi IQAir AirVisual di Google Play Store atau App Store.
- Buka aplikasi, lalu izinkan akses lokasi supaya data otomatis menyesuaikan posisi kamu.
- Lihat angka AQI (Air Quality Index) di layar utama, lengkap dengan kategori seperti baik, sedang, atau tidak sehat.
- Geser ke bawah untuk melihat detail PM2.5, PM10, dan NO2, serta prakiraan cuaca beberapa jam ke depan.
- Gunakan fitur pencarian untuk cek kualitas udara di kota lain, misalnya kampung halaman atau lokasi keluarga.
Cara Cek Kualitas Udara Resmi dari BMKG dan Pemerintah
Selain aplikasi pihak ketiga, BMKG dan Kementerian Lingkungan Hidup juga menyediakan data resmi secara gratis. Kamu juga bisa memantau aktivitas vulkanik langsung dari Badan Geologi ESDM.
- Buka situs atau aplikasi BMKG untuk update terkini soal aktivitas vulkanik dan sebaran abu.
- Untuk kualitas udara harian, akses ISPU Net milik Kementerian Lingkungan Hidup atau situs udara.jakarta.go.id khusus warga Jakarta.
- Perhatikan angka ISPU per stasiun pemantau di wilayahmu.
- Buka fitur peta sebaran sensor untuk tahu titik mana yang kondisinya lebih buruk dibanding lokasi lain.
Kamu juga bisa memakai aplikasi tambahan seperti Nafas Indonesia, UdaraKita dari Greenpeace, AirLief, Air Matters, Plume Labs, atau AQICN sebagai pembanding data.
Arti Angka ISPU dan AQI Setelah Kamu Cek Kualitas Udara
Supaya kamu tidak salah paham setelah cek kualitas udara, pahami dulu arti angka yang muncul di aplikasi.
- 0 sampai 50: Baik, aman untuk semua orang beraktivitas di luar ruangan.
- 51 sampai 100: Sedang, kamu masih bisa beraktivitas asal pakai masker.
- 101 sampai 200: Tidak sehat, kurangi aktivitas di luar terutama untuk kelompok rentan.
- 201 sampai 300: Sangat tidak sehat, sebaiknya kamu tetap di dalam rumah.
- Di atas 300: Berbahaya, hindari semua aktivitas luar ruangan.
Tips Melindungi Diri Saat Kualitas Udara Memburuk
- Pakai masker N95 atau KN95 saat harus keluar rumah, terutama di area terdampak abu vulkanik atau asap karhutla.
- Tutup jendela dan pintu rumah saat ISPU menunjukkan kategori tidak sehat ke atas.
- Perbanyak minum air putih dan hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
- Bersihkan debu vulkanik dari kendaraan dan rumah secara hati-hati agar permukaannya tidak tergores.
- Segera periksa ke fasilitas kesehatan kalau kamu mengalami sesak napas, iritasi mata, atau batuk yang tidak kunjung membaik.
Rutin melakukan cara cek kualitas udara di atas sekarang jadi kebiasaan penting, apalagi Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga (Level III) dan musim kemarau masih memicu karhutla di berbagai daerah. Dengan cek AQI dan ISPU setiap hari, kamu bisa mengatur aktivitas dengan lebih aman dan melindungi kesehatan diri sendiri maupun keluarga.












