Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga di Kampung Perbalan Gunungpati Kota Semarang

Lentera Post – Pada hari Jumat bertempat di bapak ketua RW 08 Kampung Perbalan, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang diikuti oleh peserta dari kalangan ibu PKK dan warga RW 08 Kampung Perbalan, Kelurahan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air sisa beras, buah, dan sayuran menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan.

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai manfaat pupuk organik cair serta tahapan proses pembuatannya. Selanjutnya, penayangan video cara pencampuran bahan-bahan hingga menjadi pupuk POC siap jadi.

Materi yang disampaikan mahasiswa KKN Tematik Listri Astuti mengenai manfaat dan keunggulan pembuatan POC dari limbah rumah tangga. Masalah sampah organik yang menumpuk seringkali hanya berakhir di TPA dan menimbulkan bau tak sedap. Padahal, sisa sayuran, kulit buah, dan air cucian beras mengandung unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan tanaman. Melalui tema “Optimalisasi Hasil Peternakan dan Limbah Organik sebagai Produk Bernilai Ekonomi dalam Sistem Usaha Terpadu Berbasis Lingkungan di Kampung Perbalan”, tim KKN mengedukasi bahwa pangan sehat tidak harus mahal.

Dalam video tutorial pembuatan POC yang dilaksanakan oleh tim KKN, menunjukkan betapa mudahnya membuat POC dengan alat sederhana seperti ember bekas dan bahan tambahan berupa air cucian beras, serta molases sebagai asupan bakteri pengurai. Melalui penggunaan POC hasil buatan sendiri, warga dapat mengurangi ketergantungan pupuk kimia yang cenderung dapat merusak struktur tanah. Mampu memaksimalkan lahan sempit pekarangan untuk menanam sayuran, seperti cabai, tomat, dan sayuran hijau secara organik, diharapkan dapat mengurangi volume sampah rumah tangga secara signifikan dari sumbernya.

Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa pupuk organik cair dimanfaatkan untuk menyuplai unsur hara yang mudah diserap tanaman sekaligus memperbaiki kesuburan tanah. Kandungan nutrisi dan mikroorganisme bermanfaat dalam pupuk organik cair membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman, memperkuat perakaran, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap gangguan lingkungan. Selain itu, penggunaan pupuk organik cair mampu memperbaiki struktur dan aktivitas biologi tanah, sehingga tanah menjadi lebih gembur dan subur. Pemanfaatan pupuk ini mendukung sistem pertanian ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta menjaga keseimbangan ekosistem tanah.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama pemaparan berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan pupuk organik cair secara mandiri untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi limbah organik di lingkungan sekitar.

Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP 2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *