Ilham Habibie Lantik PW PII Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Insinyur Perkuat Peran Strategis dalam Mendorong Pembangunan Nasional

Lentera Post – SURABAYA, 27 JULI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh insinyur di Jatim memperkuat kolaborasi, inovasi, dan profesionalisme dengan tujuan utama membangun kemajuan bangsa, sekaligus menjadi motor penggerak transformasi yang menentukan daya saing daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW PII) Jawa Timur Masa Bakti 2026–2029 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (25/7).

Khofifah mengatakan, visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan yang bertumpu pada inovasi, penguasaan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor.

Karena itu, kehadiran insan keinsinyuran menjadi semakin strategis untuk memastikan setiap agenda pembangunan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

“Sejalan dengan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, pembangunan daerah diarahkan untuk memperkuat konektivitas, mempercepat hilirisasi industri, mendorong transformasi ekonomi, serta memperkuat inovasi di berbagai sektor,” ujarnya.

“Seluruh agenda tersebut memerlukan dukungan sumber daya manusia yang unggul, termasuk para insinyur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, peran tersebut semakin penting mengingat Jawa Timur merupakan salah satu penopang utama perekonomian nasional. Selain menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua di Indonesia, Jawa Timur juga terus memperkokoh posisinya sebagai lumbung pangan nasional.

Dalam konteks itulah, Khofifah menilai sektor ketahanan pangan menjadi salah satu bidang yang membutuhkan kontribusi nyata insan keinsinyuran. Berbagai tantangan di sektor pertanian memerlukan solusi berbasis rekayasa, inovasi, dan teknologi agar produktivitas pangan terus meningkat sekaligus mampu menopang kebutuhan nasional.

“Saya ingin menggarisbawahi bidang ketahanan pangan. Kekuatan Jawa Timur sesungguhnya luar biasa. Selama tujuh tahun berturut-turut sejak kami mendapat mandat memimpin Pemerintah Provinsi Jawa Timur, produksi padi Jawa Timur selalu menjadi yang tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan hingga Semester I tahun ini, produksi padi Jawa Timur kembali menjadi yang tertinggi dengan kenaikan sekitar 5,49 persen,” katanya.

Menurut Khofifah, capaian tersebut harus terus dijaga melalui penguatan infrastruktur pertanian, terutama optimalisasi jaringan irigasi tersier yang menjadi penopang produktivitas lahan saat menghadapi musim kemarau.

“Persoalan yang masih kita hadapi adalah bagaimana memaksimalkan irigasi tersier. Di sinilah peran para insinyur sangat dibutuhkan untuk menghadirkan solusi sehingga pada musim kemarau pasokan air tetap dapat terpenuhi. Ini menurut saya menjadi pekerjaan penting yang harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah mendorong agar Persatuan Insinyur Indonesia Jawa Timur semakin memperkuat kontribusinya pada bidang-bidang yang berkaitan langsung dengan program prioritas nasional, khususnya penguatan ketahanan pangan.

“Saya juga sudah menyampaikan kepada Ketua PII Jawa Timur agar bidang ketahanan pangan menjadi salah satu penguatan program organisasi. Jawa Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk memperkuat sektor pangan,” ujarnya

“Produksi padi kita tertinggi, jagung juga menjadi yang tertinggi dengan kontribusi sekitar 28,39 persen terhadap produksi nasional, begitu pula produksi susu. Pada posisi inilah saya melihat kekuatan PII sangat besar untuk memberikan pendampingan terhadap berbagai program prioritas pemerintah, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan,” imbuhnya .

Berbagai capaian tersebut, lanjut Khofifah, menjadi bukti bahwa pembangunan Jawa Timur membutuhkan inovasi yang berkelanjutan agar mampu terus menjaga produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Ia menegaskan, hampir seluruh pembangunan strategis yang dirasakan masyarakat saat ini tidak terlepas dari kontribusi para insinyur. Jalan dan jembatan yang menghubungkan kawasan, bendungan yang menopang ketahanan air, kawasan industri yang mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga berbagai inovasi teknologi dan transformasi digital merupakan hasil pemikiran, rekayasa, dan dedikasi insan keinsinyuran.

“Karena itu, profesi insinyur bukan sekadar menghasilkan karya rekayasa. Lebih dari itu, insinyur adalah agen transformasi yang menghadirkan solusi, memperkuat daya saing, dan mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin maju, mandiri, serta sejahtera,” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks. Transformasi digital, perkembangan Artificial Intelligence (AI), transisi energi, hilirisasi industri, ketahanan pangan dan air, hingga pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim membutuhkan insan keinsinyuran yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif, inovatif, menjunjung tinggi etika profesi, serta mampu bekerja secara kolaboratif.

Oleh sebab itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia keinsinyuran harus berjalan seiring dengan peningkatan budaya riset, penguasaan teknologi, dan kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi profesi. Menurut Khofifah, sinergi tersebut merupakan kunci agar Jawa Timur mampu mempertahankan daya saingnya sekaligus memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pembangunan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi komitmen Persatuan Insinyur Indonesia yang terus meningkatkan kualitas profesi melalui Program Profesi Insinyur (PPI), Sertifikasi Insinyur Profesional (SIP), maupun sertifikasi ASEAN Engineer. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia keinsinyuran yang berdaya saing global.

Gubernur Khofifah turut menyambut baik tema pelantikan “Kolaborasi PII untuk Indonesia Maju 2045.” Menurutnya, tema tersebut mencerminkan semangat yang sejalan dengan arah pembangunan bangsa, bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kokoh antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Semangat kolaborasi itu, lanjut Khofifah, juga terus dibangun di Jawa Timur melalui berbagai forum kemitraan, salah satunya Forum Jasa Konstruksi yang mempertemukan pemerintah, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan jasa konstruksi, memperkuat budaya keselamatan kerja, sekaligus mempercepat pemanfaatan teknologi dalam pembangunan.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas kolaborasi, inovasi, dan integritas seluruh elemen bangsa,” tegasnya.

Karena itu, Khofifah berharap PII Jawa Timur semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan berbagai solusi atas isu-isu pembangunan. PII juga diharapkan menjadi rumah besar bagi para insinyur untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, mengembangkan riset terapan, serta melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

“Saya mengajak seluruh insan keinsinyuran untuk terus berkarya dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian. Jadikan setiap inovasi dan karya rekayasa sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing bangsa, mempercepat transformasi ekonomi, serta mengantarkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045,” ujarnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah menyampaikan keyakinannya bahwa para insinyur akan menjadi salah satu pilar penting dalam menentukan masa depan pembangunan Indonesia. Dengan kompetensi yang terus meningkat, budaya inovasi yang semakin kuat, serta kolaborasi yang terbangun lintas sektor, ia optimistis Jawa Timur akan semakin kokoh sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Gubernur Khofifah juga mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia Jawa Timur Masa Bakti 2026–2029. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu membawa PII Jawa Timur semakin profesional, adaptif, dan inovatif, serta terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *