Lentera Post – Menguasai keterampilan teknis saja belum cukup bagi guru sekolah menengah kejuruan (SMK). Guru SMK perlu memperkuat kompetensi agar mampu menerapkan keterampilan dalam pembelajaran, mengikuti perkembangan dunia kerja, serta menciptakan nilai tambah dari kemampuan mereka.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengatakan guru SMK perlu menggabungkan penguasaan kompetensi dengan business mindset atau pola pikir bisnis. Menurutnya, keterampilan tidak boleh berhenti pada kemampuan menghasilkan suatu produk, tetapi harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kalau kita punya kompetensi produksi tapi tidak bisa dikomersialisasi itu yang bikin frustasi. Akhirnya kompetensi hanya menutup basa-basi saja,” ujar Atip dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (14/9/2026).
Menurut Atip, business mindset bukan hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan atau mencari keuntungan. Pola pikir tersebut membantu seseorang melihat peluang, mengembangkan potensi, dan menciptakan nilai dari kompetensi yang dimiliki.
Dalam bidang pertanian, misalnya, guru tidak cukup hanya memahami proses produksi. Guru juga perlu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang agribisnis hingga agrowisata. Karena itu, guru perlu memahami seluruh rangkaian proses mulai dari hulu hingga hilir.
Pengalaman Dunia Kerja Perkuat Kompetensi Guru SMK
Pemerintah mendorong guru SMK mengikuti pelatihan yang melibatkan pengalaman langsung di dunia kerja. Program tersebut bertujuan agar guru memahami kebutuhan industri secara nyata dan mampu membawa pengalaman tersebut ke ruang kelas.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mengikuti total 120 jam pelajaran (JP), yang terdiri dari 40 JP pembekalan, 70 JP pengalaman kerja di dunia industri, serta 10 JP uji kompetensi dan sertifikasi.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan guru perlu mempraktikkan kembali ilmu yang mereka peroleh setelah mengikuti pelatihan.
“Yang paling penting di samping ngajar coba dipraktikkan. Karena kalau upskilling di sini, lalu pulang dan tidak pernah dipraktikkan di kelas, hanya lihat siswa, itu enggak akan banyak berkembang,” ujar Tatang.
Menurut Tatang, peningkatan kompetensi tidak akan memberikan dampak besar jika guru hanya menyimpan pengetahuan tersebut tanpa menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Guru SMK Perlu Membawa Pengalaman Industri ke Kelas
Guru dapat mengembangkan pengalaman dunia kerja menjadi pembelajaran yang lebih relevan bagi siswa. Kompetensi tersebut dapat digunakan untuk membuat proyek praktik, menghasilkan produk, hingga mengenalkan konsep kewirausahaan kepada peserta didik.
Kepala BBPPMPV Pertanian Cianjur, Joko Ahmada Julifan, mengatakan pelatihan berbasis dunia kerja membantu guru kejuruan meningkatkan kemampuan sesuai kebutuhan industri.
Menurutnya, pengalaman selama mengikuti pelatihan perlu guru terapkan kembali di sekolah agar siswa mendapatkan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Pendekatan tersebut juga membantu mengubah cara pandang siswa terhadap bidang kejuruan. Salah satunya sektor pertanian yang selama ini masih sering dianggap sebagai bidang konvensional.
Padahal, perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar telah membuka berbagai peluang baru dalam bidang pertanian, mulai dari agribisnis modern hingga inovasi berbasis digital.
Business Mindset Membuka Peluang Baru bagi Siswa SMK
Tatang Muttaqin menilai pengalaman guru yang dibawa ke kelas dapat membantu siswa memahami luasnya peluang bidang kejuruan.
Guru tidak hanya menjelaskan cara membuat suatu produk, tetapi juga menunjukkan bagaimana produk tersebut dapat berkembang dan memiliki nilai ekonomi.
“Kalau kita tunjukkan saya bisa berbuat seperti ini, maka anak-anak itu (berpikir), kok ternyata pertanian itu asik,” kata Tatang.
Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat melihat bahwa keterampilan kejuruan tidak hanya mempersiapkan mereka untuk bekerja di perusahaan, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan usaha mandiri.
Guru SMK Berperan Mencetak Lulusan Siap Kerja dan Berwirausaha
Peningkatan kompetensi guru SMK tidak berhenti pada sertifikat atau kemampuan teknis. Lebih dari itu, pengalaman dunia kerja harus mampu memperkaya proses pembelajaran dan memberikan wawasan baru kepada peserta didik.
Guru SMK memiliki peran penting dalam menunjukkan bahwa setiap keterampilan memiliki peluang untuk berkembang menjadi inovasi, produk, maupun usaha.
Dengan penguasaan kompetensi dan business mindset, guru SMK dapat membantu siswa memahami tiga hal penting, yaitu:
- mengapa sebuah keterampilan memiliki nilai penting,
- bagaimana cara mengembangkan kemampuan tersebut,
- serta bagaimana memanfaatkan kompetensi untuk menghadapi dunia kerja dan dunia usaha.
Pada akhirnya, guru SMK tidak hanya mengajarkan bagaimana sesuatu dibuat, tetapi juga membimbing siswa memahami bagaimana keterampilan tersebut dapat memberikan manfaat dan peluang di masa depan.












