Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan kesiapan sektor kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam menyukseskan PENAS XVII.

Menurut Anang, pelayanan kesehatan telah disiapkan secara berlapis mulai dari tahap kedatangan peserta hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Pos-pos kesehatan ditempatkan pada berbagai titik strategis sesuai jenis kegiatan yang dilaksanakan.

“Kami memastikan seluruh sistem pelayanan kesehatan siap mendukung pelaksanaan PENAS XVII. Mulai dari tenaga kesehatan, ambulans, obat-obatan, peralatan medis hingga mekanisme rujukan sudah dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan seluruh pihak terkait,” ujar Anang, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan diawali dengan pos skrining kesehatan yang bertugas melakukan pemeriksaan awal bagi peserta, panitia dan tamu undangan.

Selain itu, tim kesehatan juga disiagakan pada lokasi Opening Ceremony untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan medis selama acara pembukaan berlangsung.

Pada kawasan pameran dan UMKM, Dinkes P2KB menempatkan tenaga kesehatan dan pos pelayanan kesehatan guna memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan maupun gangguan kesehatan ringan. Pelayanan serupa juga disiapkan pada lokasi homestay peserta yang tersebar di sejumlah wilayah.

Tak hanya itu, dukungan kesehatan turut disediakan pada lokasi-lokasi wisata yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PENAS XVII. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peserta tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan selama mengikuti agenda kunjungan maupun wisata yang telah dijadwalkan.

Untuk mendukung pelayanan medis lanjutan, pemerintah juga menyiapkan Rumah Sakit Lapangan yang berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan terpadu selama kegiatan berlangsung. Rumah sakit lapangan tersebut menjadi titik stabilisasi awal sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap apabila diperlukan.

Anang mengatakan, sistem rujukan kesehatan selama PENAS XVII telah disiapkan secara berjenjang. Sebagai rumah sakit rujukan utama ditetapkan RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Sementara rumah sakit rujukan pendukung meliputi RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto, RSUD Hasri Ainun Habibie, RS Bhayangkara Gorontalo, RSUD Otanaha Kota Gorontalo, RS Islam Gorontalo, dan RS Bunda Gorontalo.

“Kami telah menyiapkan jejaring pelayanan kesehatan mulai dari pos kesehatan di setiap lokasi kegiatan, rumah sakit lapangan hingga rumah sakit rujukan. Dengan dukungan tenaga kesehatan yang siaga selama 24 jam, kami berharap setiap kebutuhan pelayanan medis dapat ditangani secara cepat, tepat dan profesional,” kata Anang.

Selain pelayanan kesehatan kuratif dan kegawatdaruratan, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo juga memperkuat upaya promotif dan preventif melalui pengawasan sanitasi lingkungan, pemeriksaan keamanan pangan, pengendalian faktor risiko kesehatan, serta edukasi kepada peserta dan masyarakat.

Anang optimistis kesiapan sektor kesehatan yang didukung oleh koordinasi lintas sektor akan menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan penyelenggaraan PENAS XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo.

“Kami ingin seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman, sehat dan nyaman. Karena itu seluruh sumber daya kesehatan kami kerahkan agar pelaksanaan PENAS XVII berjalan lancar dan sukses,” pungkasnya. (mcgorontaloprov/ilb/md)

Sumber