Berita  

Ruwatan Murwakala Simpan Pesan Mendalam untuk Generasi Muda

Ruwatan Murkala
Istimewa

LenteraPost – Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan Ruwatan Murwakala 2026 di kawasan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (16/6/2026).

Tradisi yang sarat nilai spiritual tersebut diikuti sekitar 100 peserta sukerta dan menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya leluhur.

Rangkaian kegiatan digelar di kawasan api abadi Kayangan Api dan dipadukan dengan pagelaran wayang kulit berlakon Murwakala. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang refleksi dan doa bersama untuk memohon keselamatan serta kehidupan yang lebih baik.

Dalam kegiatan yang turut disiarkan melalui kanal YouTube Pemerintah Kabupaten Bojonegoro itu, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan bahwa Ruwatan Murwakala mengandung makna spiritual yang mendalam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan terhadap alam.

“Ruwatan Murwakala merupakan tradisi yang sarat nilai spiritual. Melalui ritual ini, kita diajak untuk membersihkan diri dari hal-hal negatif, memanjatkan doa, serta berharap kehidupan yang lebih tenteram, lebih baik, dan lebih sejahtera,” ujarnya.

Menurut Wahono, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya serta kearifan lokal yang menjadi identitas daerah. Tradisi ruwatan dinilai tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi media mempererat hubungan sosial masyarakat dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keberadaan Kayangan Api sebagai salah satu aset budaya dan geowisata unggulan Bojonegoro. Kawasan tersebut merupakan bagian dari pengembangan geopark yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

“Kayangan Api adalah kebanggaan kita bersama. Ini merupakan peninggalan leluhur yang wajib kita lestarikan agar anak cucu kita kelak tetap bisa melihat, menikmati, dan meneruskan warisan budaya yang ada di Bojonegoro,” katanya.

Lebih lanjut, Wahono mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari jati diri daerah. Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci agar warisan budaya tetap hidup dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.

“Mari kita bersama-sama menjaga warisan budaya ini agar senantiasa membawa kebaikan, keberkahan, dan menjauhkan kita dari berbagai bala maupun sengkala,” katanya.

Pelaksanaan Ruwatan Murwakala 2026 menjadi salah satu agenda budaya yang tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga mendukung pelestarian nilai-nilai tradisi di tengah perkembangan zaman.

[fif/nn]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *