Lentera Post – Sampah elektronik atau electronic waste (e-waste) kini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui program ByeByeBox, pengguna dapat menukarkan e-waste dengan bonus kuota internet hingga 1,5 GB.
Program ByeByeBox mengajak masyarakat mengumpulkan perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai. Pengguna XL, AXIS, dan Smartfren bisa memperoleh bonus kuota berdasarkan berat barang yang mereka kumpulkan.
Bonus Kuota Berdasarkan Berat Sampah Elektronik
ByeByeBox membagi bonus kuota ke dalam tiga kategori berdasarkan berat barang yang disetorkan. Pengguna yang mengumpulkan barang dengan berat kurang dari 1 kilogram bisa memperoleh 500 MB kuota internet.
Untuk barang dengan berat 1 hingga 2 kilogram, pengguna memperoleh bonus 1 GB. Sementara itu, pengguna yang mengumpulkan lebih dari 2 kilogram bisa mendapatkan kuota hingga 1,5 GB.
Beberapa jenis barang elektronik yang bisa dibawa antara lain HP bekas, charger, earphone, kabel, power bank, dan perangkat elektronik kecil lainnya.
ByeByeBox Manfaatkan Kamera dan Teknologi AI
ByeByeBox memanfaatkan kamera dan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memproses barang yang pengguna setorkan.
Mesin tersebut menggunakan kamera untuk mengenali barang elektronik. Setelah itu, sistem membantu proses validasi dan penimbangan berdasarkan barang yang pengguna masukkan.
Teknologi tersebut membuat proses pengumpulan e-waste menjadi lebih praktis. Pengguna juga bisa langsung mengetahui kategori berat barang yang mereka bawa untuk menentukan bonus kuota yang tersedia.
Program Sampah Elektronik ByeByeBox Berlangsung hingga 28 September 2026
Program ini berlangsung di area Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga 28 September 2026. Pengguna yang mengikuti program ini perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku sebelum membawa barang ke lokasi.
Bonus kuota yang pengguna peroleh memiliki masa berlaku selama satu hari. Karena itu, pengguna perlu memanfaatkan kuota tersebut sebelum masa berlakunya berakhir.
Program ByeByeBox menghadirkan pendekatan menarik dalam pengelolaan e-waste. Masyarakat bisa mengurangi tumpukan barang elektronik yang sudah tidak terpakai sekaligus memperoleh manfaat berupa kuota internet.
Pemanfaatan AI pada mesin ByeByeBox juga menunjukkan bagaimana teknologi bisa membantu proses pengelolaan limbah. Teknologi tersebut tidak hanya hadir dalam aplikasi digital, tetapi juga membantu mesin mengenali dan menimbang barang secara langsung. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, volume sampah elektronik di Indonesia terus meningkat setiap tahun sehingga program semacam ini dinilai penting untuk mendukung ekonomi sirkular.
Dengan konsep tersebut, barang elektronik yang sebelumnya hanya tersimpan di rumah kini bisa memiliki nilai manfaat. Program seperti ByeByeBox juga mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan pengelolaan e-waste secara bertanggung jawab.












