Lentera Post – Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat tata kelola keuangan yang efektif, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui implementasi MONTRACKEU (Monitoring dan Tracking Keuangan) sebagai instrumen pendukung monitoring dan pengendalian pelaksanaan anggaran di lingkungan Biro Administrasi Pimpinan.
Sebagai bagian dari tahapan implementasi, MONTRACKEU telah disosialisasikan kepada seluruh pengelola keuangan di lingkungan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur. Sosialisasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman sekaligus meningkatkan kesiapan para pengelola keuangan dalam memanfaatkan MONTRACKEU secara optimal.
MONTRACKEU hadir sebagai inovasi untuk membantu proses pemantauan perkembangan pelaksanaan dan realisasi anggaran secara lebih sistematis. Melalui penyajian data yang terstruktur, pengelola keuangan dapat melakukan monitoring sekaligus mengidentifikasi perkembangan pelaksanaan anggaran sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan keuangan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola internal organisasi.
“ MONTRACKEU diharapkan menjadi instrumen yang membantu seluruh pengelola keuangan dalam memonitor pelaksanaan anggaran secara lebih tertib dan terukur. Yang terpenting adalah bagaimana data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk melakukan pengendalian dan mengambil langkah tindak lanjut secara tepat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan implementasi MONTRACKEU tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun, tetapi juga membutuhkan komitmen dan kedisiplinan seluruh pengelola keuangan dalam melakukan pembaruan serta memastikan kualitas data.
*Perkuat Monitoring dan Pengendalian Anggaran*
Melalui , MONTRACKEU proses pengelolaan keuangan diarahkan tidak hanya berorientasi pada pencatatan administrasi, tetapi juga memperkuat fungsi monitoring, tracking, pengendalian, dan evaluasi anggaran.
Informasi perkembangan realisasi anggaran yang tersaji secara sistematis diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih awal adanya deviasi antara rencana dan realisasi. Dengan demikian, pengelola keuangan bersama pejabat terkait dapat segera melakukan koordinasi dan menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Selain itu, MONTRACKEU diharapkan dapat mendukung tersedianya informasi yang lebih cepat dan terstruktur bagi PPTK, pengelola keuangan, serta pimpinan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan.
Sosialisasi kepada seluruh pengelola keuangan menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan persepsi mengenai mekanisme penggunaan , MONTRACKEU mulai dari pengelolaan dan pembaruan data hingga pemanfaatan informasi untuk mendukung monitoring dan evaluasi.
*Dorong Transformasi Digital Tata Kelola Internal*
Penerapan MONTRACKEU sekaligus menjadi bagian dari transformasi digital tata kelola internal Biro Administrasi Pimpinan. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu menyederhanakan proses monitoring sekaligus membangun budaya kerja yang semakin berbasis data.
“Transformasi digital bukan sekadar mengubah proses manual menjadi digital. Data yang tersedia harus mampu memberikan manfaat nyata bagi organisasi, khususnya dalam mendukung pengawasan, pengendalian, dan pengambilan keputusan,” tambahnya.
Setelah tahap sosialisasi, implementasi MONTRACKEU akan terus dievaluasi dan disempurnakan dengan memperhatikan kebutuhan pengguna serta dinamika pengelolaan keuangan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan MONTRACKEU secara berkelanjutan.
Melalui implementasi MONTRACKEU, Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus melakukan inovasi dalam mendukung pengelolaan keuangan yang tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital.












