Lentera Post – Patikraja, Banyumas. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan di Kelompok Wanita Tani (KWT) “Kartini”, Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja. Kegiatan ini bertujuan memperkuat usaha olahan hasil pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga anggota kelompok, sekaligus memanfaatkan potensi singkong dan pisang sebagai komoditas unggulan wilayah Patikraja.
Kegiatan ini dilaksanakan atas pendanaan Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed tahun 2026 melalui Skema Penerapan Ipteks. Tim pelaksana terdiri atas Kunandar Prasetyo, S.P., M.Si. sebagai ketua tim (dosen Fakultas Pertanian), bersama dua anggota tim, yaitu Dewanti Risa Utami, S.P., M.Si. (dosen Fakultas Pertanian) dan Joni Prayogi, S.Si., M.Sc. (dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen).
KWT Kartini beranggotakan 15 perempuan tani yang telah merintis usaha pengolahan hasil pertanian berupa keripik singkong, keripik pisang, bubuk cabai kering, dan sambal cabai. Melalui pengolahan menjadi produk bernilai tambah, hasil panen yang sebelumnya dijual dalam bentuk bahan mentah dapat diubah menjadi komoditas dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi. Namun, pengembangan usaha kelompok masih menghadapi persoalan produksi, manajemen dan pemasaran.
“Persoalan yang dihadapi KWT Kartini menyangkut keseluruhan rantai usaha mulai dari produksi, pengemasan, legalitas, hingga pemasaran. Karena itu pendekatan yang kami tawarkan pun dirancang menyeluruh, tidak parsial,” ujar Kunandar Prasetyo.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian menawarkan pelatihan dan pendampingan inovasi pengolahan, penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), teknik pengemasan, serta introduksi peralatan tepat guna untuk meningkatkan kapasitas produksi. Pada aspek pemasaran, kelompok dibekali pelatihan analisis pasar dan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Sementara pada aspek legalitas, tim memfasilitasi pengurusan NIB, dan sertifikasi halal. Adapun pada aspek manajemen, anggota dilatih pembukuan usaha sederhana dan penggunaan aplikasi digital untuk pencatatan keuangan.
Tim pengabdian berharap program ini berdampak pada peningkatan keterampilan teknis anggota sekaligus pendapatan rumah tangga secara berkelanjutan. Produk olahan hasil pertanian dari KWT Kartini diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi model pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis potensi pertanian lokal yang dapat direplikasi oleh kelompok tani lain di Kabupaten Banyumas maupun daerah sekitarnya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim Dosen Unsoed atas kegiatan pengabdian yang dilakukan di KWT Kartini. Kami berharap melalui kegiatan ini usaha kelompok kami semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan’ ujar Khoeriyah selaku Ketua KWT Kartni.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kontribusi Unsoed dalam mendukung pengembangan agribisnis berbasis komunitas, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai pelaku ekonomi produktif di sektor pertanian dan pengolahan pangan.












