Produk, inovasi, data, dan sistem yang baik belum tentu digunakan apabila pembuatnya tidak mampu menjelaskan masalah yang diselesaikan serta manfaat yang diberikan.
Lentera Post – JOMBANG, 14 September 2026 — Kompetensi teknis perlu didukung kemampuan menjelaskan nilai agar hasil kerja dapat dipahami, dipercaya, dan digunakan oleh orang lain.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Madani saat berbagi bersama siswa kelas X dan XI SMK Negeri Kabuh, Jombang, Senin, 14 September 2026. Para siswa berasal dari bidang teknik, laboratorium, farmasi, serta teknologi informasi.
Dalam sesi itu, Ahmad memberikan contoh bagaimana sales skill diterapkan di berbagai bidang. Lulusan Teknik Kimia Industri perlu menjelaskan manfaat, keamanan, dan nilai ekonomis sebuah formulasi. Lulusan Farmasi perlu menyampaikan informasi produk secara akurat dan mudah dipahami.
Siswa Analisis Pengujian Laboratorium perlu mempresentasikan data agar dapat digunakan untuk mengambil keputusan. Sementara itu, siswa Sistem Informasi, Jaringan, dan Aplikasi perlu menerangkan masalah yang diselesaikan oleh teknologi yang mereka bangun.
“Karya teknis yang hebat tidak selalu dapat menjelaskan dirinya sendiri. Orang yang membuatnya tetap perlu menjembatani bahasa teknis dengan kebutuhan pengguna,” ujar Ahmad.
Kepala SMK Negeri Kabuh, Ika Fariana Afan, S.Pd., M.Pd., menilai kemampuan mengomunikasikan hasil kerja menjadi bagian penting dari kesiapan lulusan vokasi.
“Siswa perlu dibiasakan tidak hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga menjelaskan proses, hasil, manfaat, dan tanggung jawabnya. Dengan demikian, kompetensi yang mereka miliki lebih mudah dipahami oleh industri maupun masyarakat,” kata Ika.*
Ahmad membagikan pengalamannya sebagai seseorang yang berasal dari latar belakang teknik. Perjalanan profesional kemudian membawanya ke dunia sales, pemasaran, pendidikan vokasi, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dari perjalanan tersebut, ia mempelajari bahwa kemampuan menciptakan solusi dan kemampuan menjelaskan nilai perlu berjalan bersama. Kompetensi teknis menghasilkan karya, sedangkan komunikasi membantu karya itu memperoleh penerimaan.
“Ketika siswa mampu menjelaskan hubungan antara masalah, solusi, dan manfaat, mereka sedang menggunakan sales skill—meskipun jabatan mereka kelak bukan sales,” tuturnya.
Sesi di SMK Negeri Kabuh mendorong siswa melihat kompetensi teknis sebagai modal yang perlu dikomunikasikan. Dengan kemampuan tersebut, mereka dapat mempresentasikan inovasi, mengikuti wawancara, membangun kerja sama, serta menawarkan solusi secara lebih meyakinkan.
Tentang Ahmad Madani
Ahmad Madani adalah praktisi pemasaran dan vokasi, trainer, konsultan, content creator, guru, dan narasumber tamu SMK. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI, Co-Founder AGMARI, serta Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional 2026. Informasi kegiatannya tersedia melalui ahmadmadani.id.












