Lentera Post – Jakarta, 10 September 2026 – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Museum Listrik dan Energi Baru (UP MLEB) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan dan peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing bagi UMKM yang dilaksanakan pada 8–10 September 2026 bekerjasama dengan MentorBox.id.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN dalam memberikan pembinaan dan peningkatan kompetensi kepada pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing usaha di era digital.
Program pelatihan dan sertifikasi ini memberikan pembekalan kepada para pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan secara praktis dalam pengembangan usaha. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, penyusunan strategi konten, pengenalan digital branding, teknik pemasaran melalui platform digital, hingga strategi membangun komunikasi dengan calon pelanggan.

Selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti proses sertifikasi kompetensi digital marketing sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan yang telah dipelajari selama kegiatan.
Manager PLN UP MLEB Syiriif Abdullah menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan peluang yang semakin besar bagi UMKM untuk memperluas pasar. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar pelaku usaha mampu memanfaatkan berbagai kanal digital secara efektif.
“Melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi digital marketing ini, PLN UP MLEB berupaya memberikan bekal yang aplikatif kepada pelaku UMKM agar semakin siap menghadapi perubahan perilaku konsumen dan perkembangan pasar digital. Kami berharap kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing produk,” ujar Manager PLN UP MLEB.

Menurutnya, pemberdayaan UMKM tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, peningkatan kompetensi, akses pemasaran, dan sertifikasi. Hal ini sejalan dengan komitmen PLN dalam menjalankan program TJSL yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

PLN sendiri secara konsisten menjalankan program pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari TJSL. Pada 2025, program TJSL PLN telah menjangkau lebih dari 700 ribu penerima manfaat, termasuk melalui berbagai program pengembangan UMK, pelatihan, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, hingga sertifikasi.
Melalui pelatihan digital marketing, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu memasarkan produk secara konvensional, tetapi juga dapat mengoptimalkan ekosistem digital untuk membangun merek, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
PLN juga melihat transformasi digital sebagai salah satu kunci dalam mendorong UMKM agar semakin kompetitif. Berbagai program pemberdayaan PLN diarahkan untuk membantu UMK meningkatkan kompetensi, memperluas akses pemasaran, serta mendorong UMK naik kelas dan go digital.

Dengan terselenggaranya kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing selama tiga hari tersebut, PLN UP MLEB berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara konsisten dalam kegiatan usahanya.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem UMKM yang semakin adaptif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui semangat “UMKM Naik Kelas, Ekonomi Makin Berkualitas”, PLN terus hadir untuk mendorong masyarakat tumbuh bersama dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi negeri.












