Lentera Post – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbukti menjadi penopang ekonomi nasional saat krisis, namun kini perlu beradaptasi dengan memadukan kreativitas dan teknologi agar tetap bertahan dan tumbuh di tengah dinamika global.
Nezar menyampaikan bahwa UMKM selama ini menjadi sektor paling tangguh dalam menghadapi berbagai guncangan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas nasional. Hal itu disampaikannya dalam Entrepreneurs Leadership Conference 2026 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).
“UMKM merupakan salah satu sektor yang telah terbukti selama hampir 30 tahun terakhir mampu menahan berbagai guncangan yang terjadi,” ujar Wamenkomdigi.
Namun demikian, ia menilai tantangan saat ini semakin kompleks akibat ketidakpastian global dan dinamika geopolitik.
“Situasi ini penuh dengan ketidakpastian dan sangat dinamis, termasuk dipengaruhi oleh kondisi geopolitik saat ini,” jelasnya.
Untuk itu, Nezar menekankan pentingnya perubahan strategi bagi pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui pendekatan creative-tech fusion, yakni penggabungan kreativitas dengan teknologi digital.
“Strategi yang dapat dilakukan adalah creative-tech fusion, yaitu menggabungkan kreativitas dengan platform teknologi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pelaku UMKM perlu mampu mengelola konten, membangun merek, serta memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Berdasarkan data, dari sekitar 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang telah masuk ke dalam ekosistem digital. Sementara itu, penetrasi internet telah mencapai lebih dari 80 persen populasi atau sekitar 231 juta penduduk.
Kondisi tersebut membuka peluang besar, namun juga menuntut kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.
“Kita tidak lagi berbicara soal konektivitas, melainkan meaningful connectivity, yaitu konektivitas yang memberikan makna bagi pertumbuhan,” ujar Nezar.
Ia menambahkan, tantangan utama UMKM saat ini bukan hanya pada akses, tetapi juga kemampuan dalam mengelola kehadiran digital.
“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengelola akun, menerapkan digital marketing, serta membangun audiens untuk memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas digital bagi UMKM, salah satunya melalui inisiatif UMKM Go Digital.
“Di Kemkomdigi terdapat program yang disebut UMKM Go Digital,” ujarnya.
Melalui program ini, pelaku UMKM dapat mengakses pelatihan pemasaran digital hingga pemanfaatan kecerdasan buatan guna meningkatkan daya saing usaha.
“Pelaku UMKM dapat mempelajari digital marketing serta adopsi teknologi AI untuk mengoptimalkan bisnis,” tegasnya.












