Lentera Post – Malang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi S1 Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Jumat (17/7). Salah satu kegiatannya mengangkat tema “Pelatihan Pengolahan Produk Minuman Fungsional Berbasis Kearifan Lokal sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif di Desa Gubugklakah, Malang”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal lokal menjadi produk minuman fungsional yang sehat, kaya antioksidan, serta memiliki nilai tambah ekonomi.

Narasumber, Prof. Dr. Prima Retno Wikandari, M.Si., sedang menyampaikan materi
Pada sesi sosialisasi, Prof. Dr. Prima Retno Wikandari, M.Si. menyampaikan materi mengenai konsep minuman fungsional, yaitu minuman yang tidak hanya berfungsi menghilangkan dahaga, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan karena mengandung senyawa bioaktif, seperti antioksidan. Melalui modul pelatihan yang diberikan, beliau juga menjelaskan pentingnya antioksidan dalam membantu menangkal radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif. Selain itu, peserta dikenalkan dengan potensi tanaman herbal yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar, seperti bunga telang (Clitoria ternatea), rosella (Hibiscus sabdariffa), jahe (Zingiber officinale), dan sereh (Cymbopogon citratus). Keempat bahan tersebut diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti antosianin, flavonoid, gingerol, dan sitral yang berperan sebagai antioksidan alami serta memberikan warna, aroma, dan cita rasa yang khas pada minuman.
Memasuki sesi praktik, Nurina Rizka Ramadhania, S.Si., M.Si. memandu peserta secara langsung dalam proses pembuatan minuman fungsional berbahan dasar bunga telang, rosella, jahe, dan sereh. Peserta diajak mulai dari tahap persiapan bahan, proses perebusan dan ekstraksi senyawa aktif, pencampuran bahan, hingga penyajian minuman yang menghasilkan warna alami yang menarik, aroma yang harum, serta cita rasa yang segar dan menyehatkan. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif dari peserta. Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan aktif berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk sebagai usaha rumahan maupun produk khas desa. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya konsumsi pangan fungsional untuk menjaga kesehatan sekaligus melihat peluang pemanfaatan tanaman herbal lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

Tim Dosen UNESA foto bersama Sekretaris Desa dan Masyarakat Desa Gubugklakah
Pelatihan ini mendukung pencapaian SDG 3 melalui edukasi mengenai pemanfaatan tanaman herbal sebagai minuman fungsional, SDG 4 melalui transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, SDG 8 dengan mendorong lahirnya inovasi produk berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi, serta SDG 17 dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Diharapkan kegiatan ini mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, inovatif, dan produktif melalui pemanfaatan kearifan lokal secara berkelanjutan.












