Lentera Post – Bantuan pangan dan subsidi upah menjadi dua program yang pemerintah siapkan untuk menjaga daya beli masyarakat pada kuartal IV 2026. Presiden Prabowo Subianto membahas rencana tersebut bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 30 September 2026. Pemerintah menyiapkan program ini untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mendukung pekerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan sejumlah program bantuan. Rencana tersebut mencakup bantuan pangan, subsidi upah, dan pembukaan rekening bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.
Pemerintah siapkan bantuan pangan untuk masyarakat
Pemerintah merencanakan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan bagi keluarga penerima manfaat yang memenuhi kriteria. Program ini menyasar kelompok masyarakat pada desil 1 hingga desil 4.
Pemerintah juga menyiapkan penyaluran bantuan untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Kementerian terkait perlu memastikan data penerima agar bantuan menjangkau keluarga yang tepat.
Melalui program ini, pemerintah berupaya membantu keluarga memenuhi kebutuhan pokok. Bantuan beras juga diharapkan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang menghadapi tekanan biaya hidup.
Subsidi upah menyasar pekerja
Selain bantuan pangan, pemerintah menyiapkan kembali Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk pekerja yang memenuhi persyaratan. Rencana tersebut mencakup bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan.
Pemerintah memperkirakan program ini dapat menjangkau sekitar 13,3 juta pekerja. Namun, pemerintah masih perlu mematangkan pelaksanaan dan memastikan ketentuan penerima sebelum menjalankan program.
Subsidi upah bertujuan membantu pekerja mempertahankan daya beli. Dengan dukungan tersebut, pekerja diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terlalu terbebani oleh pengeluaran rumah tangga.
Pemerintah perlu memastikan penyaluran tepat sasaran
Pelaksanaan bantuan pangan dan subsidi upah membutuhkan data penerima yang akurat. Pemerintah perlu mengoordinasikan proses verifikasi agar program tidak salah sasaran.
Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dari kementerian atau lembaga terkait. Langkah ini penting agar calon penerima memahami persyaratan dan mekanisme penyaluran bantuan.
Selain itu, pemerintah perlu menyampaikan informasi secara jelas mengenai jadwal dan ketentuan program. Informasi yang mudah diakses dapat membantu masyarakat mengenali program yang sesuai dengan kondisi mereka.
Program bantuan diharapkan menjaga daya beli
Bantuan pangan dan subsidi upah menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga daya beli pada akhir 2026. Kedua program ter sebut menyasar kebutuhan yang berbeda, tetapi sama-sama berfokus pada dukungan bagi masyarakat.
Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besaran bantuan. Pemerintah juga perlu memastikan proses penyaluran berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan data penerima.
Masyarakat dapat memantau perkembangan kebijakan melalui kanal resmi pemerintah. Dengan informasi yang akurat, calon penerima dapat memahami status program dan menghindari informasi yang belum terverifikasi.












